Jenis-Jenis Narkoba !!!
Desember 31, 2007
Kenali Jenis-Jenis Narkoba !!!
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam undang-undang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan.
1. PSIKOTROPIKA
Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.
Jenis –jenis yang termasuk psikotropika:
A. Ecstasy
Ekstasi adalah salah satu obat bius yang di buat secara ilegal di sebuah laboratorium dalam bentuk tablet atau kapsul.
Ekstasi dapat membuat tubuh si pemakai memiliki energi yang lebih dan juga bisa mengalami dehidrasi yang tinggi. Sehingga akibatnya dapat membuat tubuh kita untuk terus bergerak. Beberapa orang yang mengkonsumsi ekstasi di temukan meninggal karena terlalu banyak minum air dikarenakan rasa haus yang amat sangat.
Tergolong jenis zat psikotropika, dan biasanya diproduksi secara illegal di laboratorium dan dibuat dalam bentuk tablet dan kapsul.
Ekstasi akan mendorong tubuh untuk melakukan aktivitas yang melampaui batas maksimum dari kekuatan tubuh itu sendiri. Kekeringan cairan tubuh dapat terjadi sebagai akibat dari pengerahan tenaga yang tinggi dan lama.
Efek yang ditimbulkan oleh pengguna ecstasy adalah:
Diare, rasa haus yang berlebihan, hiperaktif, sakit kepala dan pusing, menggigil yang tidak terkontrol, detak jantung yang cepat dan sering, mual disertai muntah-muntah atau hilangnya nafsu makan, gelisah/tidak bisa diam, pucat & keringat, dehidrasi, mood berubah. Akibat jangka panjangnya adalah kecanduan, syaraf otak terganggu, gangguan lever, tulang dan gigi kropos.
Beberapa pemakai ekstasi yang akhirnya meninggal dunia karena terlalu banyak minum akibat rasa haus yang amat sangat. Zat-zat kimia yang berbahaya sering dicampur dalam tablet atau kapsul ekstasi. Zat-zat ini menyebabkan munculnya suatu reaksi yang pada tubuh. Dan dalam beberapa kasus, reaksi dari zat-zat ini akan menimbulkan kematian. Pengguna ekstasi sering harus minum obat-obatan lainnya untuk menghilangkan reaksi buruk yang timbul pada dirinya. Dan hal ini menyebabkan denyut nadi menjadi cepat, serta akan menimbulkan paranoia dan halusinasi. Ekstasi dikenal dengan sebutan inex, I, kancing, dll.
B. Sabu-sabu
Nama aslinya methamphetamine. Berbentuk kristal seperti gula atau bumbu penyedap masakan. Jenisnya antara lain yaitu gold river, coconut dan kristal. Sekarang ada yang berbentuk tablet.
Obat ini dapat di temukan dalam bentuk kristal dan obat ini tidak mempunyai warna maupaun bau, maka ia di sebut dengan kata lain yaitu Ice.
Obat ini juga mempunyai pengaruh yang kuat terhadap syaraf.
Si pemakai shabu-shabu akan selalu bergantung pada obat bius itu dan akan terus berlangsung lama, bahkan bisa mengalami sakit jantung atau bahkan kematian.
Shabu-shabu juga di kenal dengan julukan lain seperti : Glass, Quartz, Hirropon, Ice Cream.
Dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain. Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air Bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut. Ada sebagian pemakai yang memilih membakar Sabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan aluminium foil yang terhirup.
Efek yang ditimbulkan :
- Menjadi bersemangat
- Gelisah dan tidak bisa diam
- Tidak bisa tidur
- Tidak bisa makan
- Jangka panjang: fungsi otak terganggu dan bisa berakhir dengan kegilaan.
- Paranoid
- Lever terganggu
Gejala pecandu yang putus obat:
- Cepat marah
- Tidak tenang
- Cepat lelah
- Tidak bersemangat/ingin tidur terus
2. NARKOTIKA
Adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakan dengan memasukkannya ke dalam tubuh manusia. Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.
Macam-macam narkotika:
A. OPIOID (OPIAD)
Opioid atau opiat berasal dari kata opium, jus dari bunga opium, Papaver somniverum, yang mengandung kira-kira 20 alkaloid opium, termasuk morfin. Nama Opioid juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium.
opiat alami lain atau opiat yang disintesis dari opiat alami adalah heroin (diacethylmorphine), kodein (3-methoxymorphine), dan hydromorphone (Dilaudid).
Bahan-bahan opioida yang sering disalahgunakan adalah :
A.1. Candu
Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai “Lates”. Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak. Inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar mengandung bermacam-macam zat-zat aktif yang sering disalahgunakan. Candu masak warnanya coklat tua atau coklat kehitaman. Diperjual belikan dalam kemasan kotak kaleng dengan berbagai macam cap, antara lain ular, tengkorak,burung elang, bola dunia, cap 999, cap anjing, dsb. Pemakaiannya dengan cara dihisap.
A.2. Morfin
Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupaakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.
A.3. Heroin (putaw)
Heroin adalah obat bius yang sangat mudah membuat seseorang kecanduan karna efeknya sangat kuat. Obat ini bisa di temukan dalam bentuk pil, bubuk, dan juga dalam cairan. Seseorang yang sudah ketergantungan heroin bisa di sebut juga “chasing the dragon.”
Heroin memberikan efek yang sangat cepat terhadap si pengguna, dan itu bisa secara fisik maupun mental. Dan jika orang itu berhenti mengkonsumsi obat bius itu, dia akan mengalami rasa sakit yang berkesinambungan.
Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir – akhir ini .
Efek pemakaian heroin: kejang-kejang, mual, hidung dan mata yang selalu berair, kehilangan nafsu makan dan cairan tubuh, mengantuk, cadel, bicara tidak jelas, tidak dapat berkonsentrasi
Sakaw atau sakit karena putaw terjadi apabila si pecandu “putus” menggunakan putaw. Sebenarnya sakaw salah satu bentuk detoksifikasi alamiah yaitu membiarkan si pecandu melewati masa sakaw tanpa obat, selain didampingi dan dimotivasi untuk sembuh.
Gejala sakau: mata dan hidung berair, tulang terasa ngilu, rasa gatal di bawah kulit seluruh badan, sakit perut/diare dan kedinginan.
Tanda-tanda dari seseorang yang sedang ketagihan adalah : kesakitan dan kejang-kejang, keram perut dan menggelepar, gemetar dan muntah-muntah, hidung berlendir, mata berair, kehilangan nafsu makan, kekurangan cairan tubuh. Heroin disebut juga dengan nama : putauw, putih, bedak, PT, etep, dll.
A.4. Codein
Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.
A.5. Demerol
Nama lainnya adalah Demerol adalah pethidina. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.
A.6. Methadone
Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Kelas obat tersebut adalah nalaxone (Narcan), naltrxone (Trexan), nalorphine, levalorphane, dan apomorphine. Sejumlah senyawa dengan aktivitas campuran agonis dan antagonis telah disintesis, dan senyawa tersebut adalah pentazocine, butorphanol (Stadol), dan buprenorphine (Buprenex). Beberapa penelitian telah menemukan bahwa buprenorphine adalah suatu pengobatan yang efektif untuk ketergantungan opioid.
Efek yang ditimbulkan dari Opoid ini adalah:
Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara
Kerusakan penglihatan pada malam hari
Mengalami kerusakan pada liver dan ginjal
Peningkatan resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya .
Penurunan hasrat dalam hubungan sex, kebingungan dalam identitas seksual, kematian karena overdosis.
Gejala putus obat dari ketergantungan opioid adalah:
Kram otot parah dan nyeri tulang, diare berat, kram perut, rinorea lakrimasipiloereksi, menguap, demam, dilatasi pupil, hipertensi takikardia disregulasi temperatur, termasuk pipotermia dan hipertermia.
Seseorang yang ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid, kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah, seperti penyakit jantung.
Gejala residual seperti insomnia, bradikardia, disregulasi temperatur, dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. Pada tiap waktu selama sindroma abstinensi, suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. Gejala penyerta putus opioid adalah kegelisahan, iritabilitas, depresi, tremor, kelemahan, mual, dan muntah.
B. KOKAIN (SHABU-SHABU)
Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan.
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.
Efek yang ditimbulkan:
Menjadi bersemangat, gelisah dan tidak bisa diam, tidak bisa makan, paranoid, lever terganggu.
Shabu-shabu mengakibatkan efek yang sangat kuat pada system syaraf .Pemakai shabu-shabu secara mental akan bergantung pada zat ini dan penggunaan yang terus menerus dapat merusakan otot jantung dan bahkan menyebabkan kematian.
Shabu-shabu sangat berbahaya karena prilaku yang menjurus pada kekerasan merupakan efek langsung dari penggunannya. Bahkan sering menyebabkan impoten.
Berat badan menyusut, kejang-kejang, halusinasi, paranoid, kerusakan usus ginjal.
Gejala pecandu yang putus obat:
o Kecenderungan untuk bunuh diri. Orang yang mengalami putus Kokain seringkali berusaha mengobati sendiri gejalanya dengan alkohol, sedatif, hipnotik, atau obat antiensietas seperti diazepam ( Valium ).
Nama lain dari kokain adalah snow, coke, girl, lady dan crack ( kokain dalam bentuk yang paling murni dan bebas basa untuk mendapatkan efek yang lebih kuat).
C. CANNABIS
Semua bagian dari tanaman mengandung kanabioid psikoaktif. Tanaman kanabis biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil – kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints. Akan mengikat pikiran dan dapat membuatmu menjadi ketagihan.
Bentuk yang paling poten berasal dari tanaman yang berbunga atau dari eksudat resin yang dikeringkan dan berwarna coklat-hitam yang berasal dari daun yang disebut hashish atau hash.
Ganja mengandung sejenis bahan kimia yang disebut delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) yang dapat mempengaruhi suasana hati manusia dan mempengaruhi cara orang tersebut melihat dan mendengar hal-hal disekitarnya. Orang bilang memakai sekali-sekali tidak akan bikin katagihan.
Ganja dianggap narkoba yang aman dibandingkan dengan putauw atau shabu. Kenyataannya sebagian besar pecandu narkoba memulai dengan mencoba ganja. Jika menggunakan ganja, maka pikiran akan menjadi lamban dan akan nampak bodoh dan membosankan.
Ganja dapat mempengaruhi konsentrasi dan ingatanmu. Dan seringkali, para pengguna ganja akan mencari obat-obatan yang lebih keras dan lebih mematikan.
Akibat-akibat lainnyaganja adalah: kehilangan konsentrasi,meningkatnya denyut nadi, keseimbangan dan koordinasi tubuh yang buruk, ketakutan dan rasa panik, depresi, kebingungan dan halusinasi.
Ganja dikenal juga dengan sebutan : marijuana, grass, pot, weed, tea, Mary Jane.
Nama lain untuk menggambarkan tipe Kanabis dalam berbagai kekuatan adalah hemp, chasra, bhang, dagga, dinsemilla, ganja, cimenk,gele.
JENIS-JENIS PSIKOTROPIKA
Desember 31, 2007
JENIS-JENIS PSIKOTROPIKA
Adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetris, bukan narkotika, yang bersifat atau berkhasiat psiko aktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabjan perubahankahas pada aktivitas mental dan perilaku.
Zat/obat yang dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan perilaku, disertai dengan timbulnya halusinasi (mengkhayal), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi (merangsang) bagi para pemakainya.
Pemakaian Psikotropika yang berlangsung lama tanpa pengawasan dan pembatasan pejabat kesehatan dapat menimbulkan dampak yang lebih buruk, tidak saja menyebabkan ketergantungan bahkan juga menimbulkan berbagai macam penyakit serta kelainan fisik maupun psikis si pemakai, tidak jarang bahkan menimbulkan kematian.
Sebagaimana Narkotika, Psikotropika terbagi dalam empat golongan yaitu Psikotropika gol. I, Psikotropika gol. II, Psyko Gol. III dan Psikotropik Gol IV. Psikotropika yang sekarang sedang populer dan banyak disalahgunakan adalah psikotropika Gol I, diantaranya yang dikenal dengan Ecstasi dan psikotropik Gol II yang dikenal dengan nama Shabu-shabu.
ECSTASY
Rumus kimia XTC adalah 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine (MDMA). Senyawa ini ditemukan dan mulai dibuat di penghujung akhir abad lalu. Pada kurun waktu tahun 1950-an, industri militer Amerika Serikat mengalami kegagalan didalam percobaan penggunaan MDMA sebagai serum kebenaran. Setelah periode itu, MDMA dipakai oleh para dokter ahli jiwa. XTC mulai bereaksi setelah 20 sampai 60 menit diminum. Efeknya berlangsung maksimum 1 jam. Seluruh tubuh akan terasa melayang. Kadang-kadang lengan, kaki dan rahang terasa kaku, serta mulut rasanya kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. Mungkin pula akan timbul rasa mual. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikit udara segar). Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa kosong, rileks dan “asyik”. Dalam keadaan seperti ini, kita merasa membutuhkan teman mengobrol, teman bercermin, dan juga untuk menceritakan hal-hal rahasia. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah dan tertekan.
SHABU-SHABU
Shabu-shabu berbentuk kristal, biasanya berwarna putih, dan dikonsumsi dengan cara membakarnya di atas aluminium foil sehingga mengalir dari ujung satu ke arah ujung yang lain. Kemudian asap yang ditimbulkannya dihirup dengan sebuah Bong (sejenis pipa yang didalamnya berisi air). Air Bong tersebut berfungsi sebagai filter karena asap tersaring pada waktu melewati air tersebut. Ada sebagian pemakai yang memilih membakar Sabu dengan pipa kaca karena takut efek jangka panjang yang mungkin ditimbulkan aluminium foil yang terhirup.
Sabu sering dikeluhkan sebagai penyebab paranoid (rasa takut yang berlebihan), menjadi sangat sensitif (mudah tersinggung), terlebih bagi mereka yang sering tidak berpikir positif, dan halusinasi visual. Masing-masing pemakai mengalami efek tersebut dalam kadar yang berbeda. Jika sedang banyak mempunyai persoalan / masalah dalam kehidupan, sebaiknya narkotika jenis ini tidak dikonsumsi. Hal ini mungkin dapat dirumuskan sebagai berikut: MASALAH + SABU = SANGAT BERBAHAYA. Selain itu, pengguna Sabu sering mempunyai kecenderungan untuk memakai dalam jumlah banyak dalam satu sesi dan sukar berhenti kecuali jika Sabu yang dimilikinya habis. Hal itu juga merupakan suatu tindakan bodoh dan sia-sia mengingat efek yang diinginkan tidak lagi bertambah (The Law Of Diminishing Return). Beberapa pemakai mengatakan Sabu tidak mempengaruhi nafsu makan. Namun sebagian besar mengatakan nafsu makan berkurang jika sedang mengkonsumsi Sabu. Bahkan banyak yang mengatakan berat badannya berkurang drastis selama memakai Sabu.
Apabila dilihat dari pengaruh penggunaannya terhadap susunan saraf pusat manusia, Psikotropika dapat dikelompokkan menjadi :
a. Depresant
yaitu yang bekerja mengendorkan atau mengurangi aktifitas susunan saraf pusat (Psikotropika Gol 4), contohnya antara lain : Sedatin/Pil BK, Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrak (MX).
b. Stimulant
yaitu yang bekerja mengaktif kerja susan saraf pusat, contohnya amphetamine, MDMA, N-etil MDA & MMDA. Ketiganya ini terdapat dalam kandungan Ecstasi.
c. Hallusinogen
yaitu yang bekerja menimbulkan rasa perasaan halusinasi atau khayalan contohnya licercik acid dhietilamide (LSD), psylocibine, micraline. Disamping itu Psikotropika dipergunakan karena sulitnya mencari Narkotika dan mahal harganya. Penggunaan Psikotropika biasanya dicampur dengan alkohol atau minuman lain seperti air mineral, sehingga menimbulkan efek yang sama dengan Narkotika.
JENIS-JENIS BAHAN BERBAHAYA LAINNYA
Adalah zat, bahan kimia dan biologi, baik dalam bentuk tunggal maupun campuran yabf dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan hidup secara langsung atau tidak langsung yang mempunyai sifat, karsinogenik, teratogenik, mutagenik, korosif dan iritasi.
Bahan berbahaya ini adalah zat adiktif yang bukan Narkotika dan Psikotropika atau Zat-zat baru hasil olahan manusia yang menyebabkan kecanduan.
MINUMAN KERAS
Adalah semua minuman yang mengandung Alkohol tetapi bukan obat.
Minuman keras terbagi dalan 3 golongan yaitu:
- Gol. A berkadar Alkohol 01%-05%
- Gol. B berkadar Alkohol 05%-20%
- Gol. C berkadar Alkohol 20%-50%
Beberapa jenis minuman beralkohol dan kadar yang terkandung di dalamnya :
- Bir,Green Sand 1% – 5%
- Martini, Wine (Anggur) 5% – 20%
- Whisky, Brandy 20% -55%.
mulut rasanya kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. Mungkin pula akan timbul rasa mual. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikit udara segar). Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa kosong, rileks dan “asyik”. Dalam keadaan seperti ini, kita merasa membutuhkan teman mengobrol, teman bercermin, dan juga untuk menceritakan hal-hal rahasia. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah dan tertekan.
EFEK SAMPING YANG DITIMBULKAN :
Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi alkohol dapat dirasakan segera dalam waktu beberapa menit saja, tetapi efeknya berbeda-beda, tergantung dari jumlah / kadar alkohol yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan relax, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan.
Bila dikonsumsi lebih banyak lagi, akan muncul efek sebagai berikut : merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri, tanpa ada perasaan terhambat menjadi lebih emosional ( sedih, senang, marah secara berlebihan ) muncul akibat ke fungsi fisik – motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri. kemampuan mental mengalami hambatan, yaitu gangguan untuk memusatkan perhatian dan daya ingat terganggu.
Pengguna biasanya merasa dapat mengendalikan diri dan mengontrol tingkahlakunya. Pada kenyataannya mereka tidak mampu mengendalikan diri seperti yang mereka sangka mereka bisa. Oleh sebab itu banyak ditemukan kecelakaan mobil yang disebabkan karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.
Pemabuk atau pengguna alkohol yang berat dapat terancam masalah kesehatan yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan kerusakan otak. Kadang-kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat – obatan berbahaya lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi, efek keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan kemungkinan mengalami over dosis akan lebih besar.
NIKOTIN
Adalah obat yang bersifat adiktif, sama seperti Kokain dan Heroin. Bentuk nikotin yang paling umum adalah tembakau, yang dihisap dalam bentuk rokok, cerutu, dan pipa. Tembakau juga dapat digunakan sebagai tembakau sedotan dan dikunyah (tembakau tanpa asap).
Walaupun kampanye tentang bahaya merokok sudah menyebutkan betapa berbahayanya merokok bagi kesehatan
tetapi pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak orang yang terus merokok. Hal ini membuktikan bahwa sifat adiktif dari nikotin adalah sangat kuat.
EFEK SAMPING YANG DITIMBULKAN :
Secara perilaku, efek stimulasi dari nikotin menyebabkan peningkatan perhatian, belajar, waktu reaksi, dan kemampuan untuk memecahkan maslah. Menghisap rokok meningkatkan mood, menurunkan ketegangan dan menghilangkan perasaan depresif. Pemaparan nikotin dalam jangka pendek meningkatkan aliran darah serebral tanpa mengubah metabolisme oksigen serebtral.
Tetapi pemaparan jangka panjang disertai dengan penurunan aliran darah serebral. Berbeda dengan efek stimulasinya pada sistem saraf pusat, bertindak sebagai relaksan otot skeletal. Komponen psikoaktif dari tembakau adalah nikotin. Nikotin adalah zat kimia yang sangat toksik. Dosis 60 mg pada orang dewasa dapat mematikan, karena paralisis ( kegagalan ) pernafasan.
VOLATILE SOLVENT atau INHALENSIA
Volatile Solvent :
Adalah zat adiktif dalam bentuk cair. Zat ini mudah menguap. Penyalahgunaannya adalah dengan cara dihirup melalui hidung. Cara penggunaan seperti ini disebut inhalasi. Zat adiktif ini antara lain :
- Lem UHU
- Cairan PEncampur Tip Ex (Thinner)
- Aceton untuk pembersih warna kuku, Cat tembok
- Aica Aibon, Castol
- Premix
Inhalansia :
Zat inhalan tersedia secara legal, tidak mahal dan mudah didapatkan. Oleh sebab itu banyak dijtemukan digunakan oleh kalangan sosial ekonomi rendah. Contoh spesifik dari inhalan adalah bensin, vernis, cairan pemantik api, lem, semen karet, cairan pembersih, cat semprot, semir sepatu, cairan koreksi mesin tik ( tip-Ex ), perekat kayu, bahan pembakarm aerosol, pengencer cat. Inhalan biasanya dilepaskan ke dalam paru-paru dengan menggunakan suatu tabung.
GAMBARAN KLINIS :
Dalam dosis awal yang kecil inhalan dapat menginhibisi dan menyebabkan perasaan euforia, kegembiraan, dan sensasi mengambang yang menyenangkan. Gejala psikologis lain pada dosis tinggi dapat merupa rasa ketakutan, ilusi sensorik, halusinasi auditoris dan visual, dan distorsi ukuran tubuh. Gejala neurologis dapat termasuk bicara yang tidak jelas (menggumam, penurunan kecepatan bicara, dan ataksia ) . Penggunaan dalam waktu lama dapat menyebabkan iritabilitas, labilitas emosi dan gangguan ingatan. Sindroma putus inhalan tidak sering terjadi, Kalaupun ada muncul dalam bentuk susah tidur, iritabilitas, kegugupan, berkeringat, mual, muntah, takikardia, dan kadang-kadang disertai waham dan halusinasi.
EFEK YANG MERUGIKAN :
Efek merugikan yang paling serius adalah kematian yang disebabkan karena depresi pernafasan, aritmia jantung, asfiksiasi, aspirasi muntah atau kecelakaan atau cedera. Penggunaan inhalan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal yang ireversibel dan kerusakan otot yang permanen….
ZAT DESAINER
Zat Desainer adalah zat-zat yang dibuat oleh ahli obat jalanan. MEreka membuat obat-obat itu secara rahasia karena dilarang oleh pemerintah. Obat-obat itu dibuat tanpa memperhatikan kesehatan. Mereka hanya memikirkan uang dan secara sengaja membiarkan para pembelinya kecanduan dan menderita. Zat-zat ini banyak yang sudah beredar dengan nama speed ball, Peace pills, crystal, angel dust rocket fuel dan lain-lain.
PENGENALAN NARKOBA
Desember 31, 2007
DADAH (KOKAIN DAN KANABIS)
HANIDA BINTI MUDA
ISI KANDUNGAN
1) Pengenalan
2) Jenis-jenis dadah
3) Dadah Kanabis
3.1 Sejarah Kanabis
3.2 Jenis-jenis Kanabis
3.3 Penggunaan bahan atau dadah lain dengan ganja
3.4 Cara-cara mengguna ganja
3.5 Kesan penggunaan ganja
3.6 Kesan ganja dalam tubuh manusia
3.7 Bahaya penagihan ganja
4) Dadah Kokain
4.1 Jenis-jenis kokain
4.2 Cara-cara mengguna kokain
4.3 Kesan dan bahaya penggunaan kokain dalam tubuh manusia
5) Kesimpulan
7) Bibliografi
1) PENGENALAN
Tidak dapat dinafikan bahawa masalah penagihan dadah sedang mengancam kehidupan manusia khasnya masyarakat di negara ini. Masalah ini juga terdapat di negara-negara lain. Sesungguhnya masalah ini mendatangkan kesan yang buruk kepada individu itu sendiri, keluarga, masyarakat, ekonomi dan keselamatan negara.
Istilah dadah adalah sukar untuk diberi takrifan yang tepat dan seragam kerana penggunaannya yang unik dan istilah ini digunakan khusus di Malaysia sahaja. Tetapi ada juga yang mengistilahkan dadah sebagai bahan kimia samada yang asli atau tiruan apabila disuntik, dihidu, dihisap atau dimakan boleh mengubah fungsi tubuh badan, perasaan atau kelakuan seseorang. Dadah merangkumi beberapa aspek seperti tujuan, cara dan kesan penggunaan atau penagihan.
Sebenarnya penggunaan istilah ‘drug’ diperingkat antarabangsa mempunyai takrifan yang neutral, luas dan umum. Istilah ini perlu digunakan bersama istilah ‘use’, ‘misuse’ dan ‘abuse’ untuk menggambarkan keadaan yang berbeza-beza. Berbanding dengan istilah dadah yang mempunyai takrif yang lebih khusus walaupun kompleks, kerana istilah ini menggambarkan sesuatu yang jijik dan mesti dijauhi.
Istilah dadah boleh ditakrifkan mengikut 4 keadaan penggunaan iaitu penggunaan secara umum, penggunaan bahan untuk tujuan perubatan, penggunaan bahan kimia psikoaktif yang menagihkan dan penggunaan yang membawa kesan buruk ke atas kesihatan dan fungsi sosial. Penggunaan dadah secara umumnya boleh mendatangkan kesan yang positif jika diambil dalam dos yang betul tetapi ia akan mendatangkan kesan yang negatif jika diambil dalam dos yang berlebihan.
-
PENGGUNAAN SECARA UMUM :
Dadah ditakrifkan secara paling umum sebagai bahan atau campuran bahan yang mana penggunaaannya boleh menyebabkan perubahan-perubahan dalam fungsi atau struktur fisiologi organisme atau manusia. Oleh sebab itu, di sini takrif ‘dadah’ dari bahan-bahan seperti makanan, air, oksigen dan sebagainya dalam jumlah yang diperlukan untuk menyegarkan kesihatan dan kehidupan manusia.
2.PENGGUNAAN UNTUK BUKAN TUJUAN PERUBATAN :
Di sini istilah ‘dadah’ merujuk kepada bahan-bahan yang digunakan untuk tujuan perubatan yang mana penggunaannya adalah dilarang. Oleh sebab itu, jika sesuatu bahan digunakan untuk tujuan mengesan, mencegah dan merawat penyakit, istilah ‘ubat’ digunakan walaupun diketahui bahawa setengah-setengah jenis bahan yang digunakan untuk tujuan perubatan mungkin disalahgunakan. Sehubungan dengan ini ‘dadah’ selalunya terdiri daripada bahan-bahan yang termasuk di bawah kawalan undang-undang..
3. PENGGUNAAN BAHAN KIMIA PSIKOAKTIF YANG MENAGIHKAN :
Takrif dadah dalam penggunaan ini merujuk kepada fungsi atau sistem tubuh yang dipengaruhi oleh ‘dadah’. Dadah merujuk kepada setengah jenis bahan kimia psikoaktif iaitu bahan-bahan yang mempunyai kesan paling ketara ke atas sistem saraf pusat iaitu otak dan saraf tunjang untuk mengubah perasaan kelakuan dan pemikiran. Pada hakikatnya tidak semua bahan kimia psikoaktif diistilahkan ‘dadah’ kerana hanya bahan kimia psikoaktif tertentu sahaja yang menimbulkan ciri-ciri ketagihan iaitu penggunaan pada diri sendiri samada ditekan, dihidu, dikunyah, dihisap atau disuntik, pergantungan terhadap dadah secara psikik atau fisikal serta gejala-gejala tarikan apabila terputus bekalan dadah dan peningkatan daya tahan terhadap setengah-setengah jenis dadah.
4.PENGGUNAAN YANG MEMBAWA KESAN BURUK KE ATAS
KESIHATAN DAN FUNGSI SOSIAL :
Takrif ‘dadah’ dalam keadaan ini ialah menentukan bahawa ia merujuk kepada
bahan-bahan yang membawa kesan yang buruk atau bahaya ke atas kesihatan dan fungsi sosial seseorang individu.
2) JENIS – JENIS DADAH
Pada amnya dadah dapat dibahagikan kepada empat jenis atau kumpulan yang mudah disalahgunakan ;
1.Opiat – heroin, morfin, candu dan kodein.
2.Kanabis – ganja, hashish.
3.Depresen – sedatif-hipnotik jenis barbiturat dan bukan barbiturat serta tranquilizer.
4.Stimulan – jenis amfetamin dan kokain.
5. Halusinogen- Lysergic acid diethylamide (LSD), meskalin dan psilosibin.
Kesan dadah ke atas otak
Desember 31, 2007
Kesan dadah ke atas otak
Secara umumnya, dadah dikelaskan kepada beberapa jenis. Nama-nama seperti morfin, heroin, kokain, ganja, amfetamin dan LSD, semua ini membayangkan jenis- jenis dadah yang boleh mendatangkan ketagihan.
Baru-baru ini, banyak lagi jenis dadah seperti “syabu” dan “Ecstasy” dikesan di negara ini. Semua ini akan mengelirukan kefahaman orang ramai tentang dadah, apatah lagi setiap satunya mempunyai nama `timangan’ yang tersendiri di kalangan golongan penagih. Tambahan pula bahan-bahan seperti tembakau dan rokok yang juga dianggap sebagai dadah terdapat dengan begitu meluas penggunaanya di kalangan masyarakat kita.
Namun apa yang penting diketahui bukan sangat nama-nama dadah itu, tetapi kesannya ke atas pengguna. Kesan utama dadah berbanding dengan ubat-ubatan adalah tindakannya yang agak ketara ke atas otak dan minda manusia sehingga boleh berlaku pergantungan ataupun ketagihan.
Oleh yang demikian, ada baiknya kita mengenali jenis-jenis dadah ini dari segi kesannya secara umum kepada otak dan minda manusia. Berasaskan ini, dadah boleh diberikan kepada dua golongan utama, iaitu jenis dadah yang boleh meransang otak dan minda dan sejenis lagi adalah yang boleh menekan fungsi otak dan minda. Jenis ketiga yang agak utama adalah bahan-bahan yang dipanggil sebagai halusinogen.
(i) Dadah Perangsang
Seperti mana yang diketahui umum, kehidupan kita sehari-harian mempunyai kitaran naik-turunnya sendiri. Dengan kata lain, ada masa-masanya kita secara semulajadi merasa `seronok’ dan ada pula masanya kita merasa agak `sugul’. Perasaan seronok ataupun gembira menunjukkan bahawa otak dan minda kita dalam keadaan dirangsang. Ini membawa kita kepada tingkah laku yang selalunya mengembirakan keriangan, kepetahan dan juga kadangkala gelak ketawa sebagai tanda keseronokan.
Dalam hal yang sama, rangsangan yang diakibatkan daripada pengunaan ubat-ubatan yang boleh juga merangsang otak/minda memberi kesan yang hampir-hampir sama. Oleh itu, sesiapa sahaja yang mengguna dadah seumpama ini akan menunjukkan gelagat keriangan yang agak `palsu’. Tingkah lakunya turut menjadi agak luar biasa daripada berbagai segi, termasuk kelincahan mahupun dari segi pertuturan.
Menggeletar
Dengan kata lain, kesan-kesan yang dapat diperhatikan akibat daripada penggunaan dadah jenis ini adalah rasa keseronokan yang hampir tidak ada batasan jika dibandingkan dengan keseronokan semula jadi. Justeru itu, mereka sering rasa resah-gelisah ataupun sentiasa dalam keadaan kebimbangan dan mudah rengsa. Pertuturan mereka menjadi begitu pantas hampir kadangkala sukar untuk memahami apa yang dimaksudkan. Tubuhnya mungkin menggeletar, tidak begitu berselera untuk makan ataupun minum. Ia seolah-olah asyik dengan keriangan sendiri tanpa menghiraukan sangat alam persekitarnnya, termasuk makanan dan minuman.
Jika keadaan ini berlanjutan, seseorang itu akan mula berasa keletihan sehingga dapat mencetuskan satu keadaan kecemasan dan keresahan yang tidak lagi dapat dikawal. Kesudahannya nyawa mereka akan terancam akibat daripada fungsi-fungsi penting lain di dalam badan seperti jantung, pernafasan dan juga ginjal turut menjadi tidak lagi terkawal. Akhirnya maut akan menyusul.
Contoh-contoh dadah seumpama ini adalah amfetamin ataupun MDMA yang lebih dikenali sebagai Ecstasy. Sebab itulah dalam penggunaan Ecstasy didapati bahawa penggunanya dapat melakukan sesuatu pergerakan (seperti menari) berjam-jam lamanya tanpa berhenti.
(ii) Dadah Penekan
Berbanding dengan jenis dadah yang boleh merangsang otak, kesan akibat dadah penekan ini hampir berlawanan. Penggunanya tidak langsung aktif mahupun cergas tetapi sebaliknya dalam keadaan serba tertekan dan sugul. Ia akan merasakan begitu lesu serta malas untuk melakukan sesuatu pekerjaan. Keadaannya seolah- olah rasa mengantuk, pertuturannya lambat dan hampir meleret. Tumpuannya begitu rendah sekali sehinggakan ia tidak begitu memperdulikan persekitaranya.
Contoh-contoh kesan dadah yang bertindak sedemikian adalah jenis ubat-ubat tidur atau ubat pelali. Ubat-ubat tidur sebenarnya berfungsi dengan menekan aktiviti otak sehingga dapat menghasilkan rasa mengantuk dan tidur. Dan apabila otak terus tertekan, seseorang itu akan berada di dalam keadaan tidak sedarkan diri dan maut pula akan menyusul. Malah, ekoran daripada itu, berbagai tekanan fungsi badan seperti jantung, pernafasan mahupun buah pinggang turut terjejas.
Terbang
Contoh ubat-ubatan lain yang boleh menekan otak dan minda dan juga fungsi badan adalah daripada kumpulan-kumpulan candu ataupun madat terutama sekali morfin serta heroin. Kumpulan-kumpulan ini juga dikenali sebagai kumpulan narkotik. Bahan seperti kodein yang digunakan oleh sesetengah orang untuk merawat batuk juga terbitan daripada narkotik walaupun kesannya tidak sebegitu ketara berbanding morfin dan heroin.
(iii) Dadah Halusinogen
Selain daripada dua kumpulan utama di atas, satu lagi kumpulan yang sering diperkatakan adalah jenis halusinogen. Ini termasuk bahan-bahan seperti LSD, PCP dan berbagai jenis dadah rekaan (designer drug). Kesan utama bagi kumpulan ini adalah ciri-ciri yang dapat menukar persepsi di pengguna.
Dalam banyak hal, persepsi-persepsi ini seolah-olah tidak berpijak di alam nyata. Misalnya seorang pengguna dadah jenis halusinogen mungkin merasakan dirinya boleh terbang dan apabila cuba melakukan sedemikian, ianya akan mendapat kecederaan dan mungkin maut. Ada juga ketikanya mereka-mereka yang menggunakan ubat-ubatan LSD misalnya mendakwa dapat berjumpa dengan Tuhan. Kesemuanya ini adalah khayalan yang mirip kepada fenomena halusinasi iaitu istilah yang digunakan untuk mencirikan dadah-dadah daripada kelas ini.
Oleh yang demikian, sering kali pengguna dadah halusinogen ini akan mengalami perubahan tingkah laku luar jangkaan ataupun perubahan “mood” (mood swing) yang luar biasa. Emosi mereka menjadi tidak stabil dan kerap juga dihantui oleh pengalaman-pengalaman buruk yang pernah dialami mereka. Ada masa-masanya keadaan mereka seolah-olah orang yang tidak waras sepertimana kumpulan ubat-ubatan halusinasi dan penekan. Dadah halusinasi bertindak terus kepada otak dan minda untuk mencetuskan kesan-kesan berkenaan sepertimana yang disebutkan di atas.
Berasaskan kepada kumpulan-kumpulan utama ini, seseorang itu dapat mengenali banyak jenis dadah lain, baru dan lama. Misalnya, arak digolong sebagai dadah penekan kerana berupaya menekan fungsi otak dan minda. Sebab itulah apabila seseorang itu dalam keadaan mabuk, ia lebih cenderung untuk tidur ataupun rasa mengantuk. Pergerakannya pula terhuyung-hayang. Begitu juga misalnya dengan rokok ataupun tembakau, khususnya bahan nikotin yang terdapat di dalam bahan- bahan tersebut. Tembakau ataupun nikotin juga boleh menekan fungsi otak, tetapi ini selalunya tidak dirasakan sangat oleh perokok kerana kesan awalan daripada merokok adalah merangsang otak dan minda.
Sungguhpun kesan utama dadah adalah ke atas otak dan minda, tetapi kesan ini hanya dapat diperhatikan melalui gejala-gejala luaran yang mempunyai kaitan rapat dengan aktiviti otak dan minda. Ini termasuklah sistem-sistem yang berkaitan dengan tubuh badah seperti sistem jantung, pernafasan, gastro-usus, ginjal dan sebagainya.
Sepertimana yang telah dinyatakan, umumnya dadah perangsang boleh menguji aktiviti-aktiviti ini. Denyutan jantung meningkat, tekanan darah meningkat, pernafasan meningkat begitu juga dengan pengeluaran gastrousus. Kesan luaran yang paling ketara adalah pembesaran anak mata hitam berbanding dengan keadaan normal. Sebaliknya penggunaan dadah yang menekan sistem otak dan saraf memberi kesan pengurangan, baik bagi sistem jantung, pernafasan mahupun gastro-usus, kesannya ke atas anak mata hitam boleh mengakibatkannya mengecil berbanding dengan keadaan normal. Selain daripada itu, sifat-sifat serta perwatakan pengguna itu sendiri boleh mendatangkan beberapa gejala bagi mensyaki penggunaan dadah berkenaan.
Bagaimanapun, dalam semua hal ini, pengguna-pengguna dadah akan merasai “keinginan” mengambil dadah secara berterusan sebagai satu tanda yang ianya bergantung secara psikologi kepada bahan-bahan tersebut. Kesan pergantungan ini memberi akibat yang mendalam kepada perlakuan serta juga sikap si pengguna. Sepuluh gejala-gejala yang sering dikatakan sebagai petanda luaran penggunaan dadah adalah seperti berikut:
-
Perubahan sikap ataupun mood yang agak mendadah tanpa sebarang sebab yang nyata.
-
Perubahan dari segi perwatakan dan juga penampilan peribadi berbanding dengan apa yang lazim bagi seseorang itu. Ini termasuklah cara berpakaian dan gelagat sehariannya.
-
Prestasi dan juga kehadiran di tempat kerja mahupun di sekolah mula menunjukkan perubahan yang agak mendadak. Ini selalunya lebih kepada kemerosotan prestasi ataupun sering ponteng.
Kesihatan
-
Berat badan semakin berkurangan akibat daripada tidak berselera untuk makan ataupun kurang keprihatinan terhadap aspek kesihatan.
-
Mata sering berair dan kelihatan merah. Saiz anak mata berbeza, sama ada lebih kecil ataupun lebih besar daripada keadaan normal. Pengguna dadah sering berkaca mata hitam untuk tidak dikenal pasti.
-
Kecenderungan untuk memencilkan diri terutama sekali daripada rakan- rakan sebaya (yang tidak melibatkan diri dengan dadah) ataupun aktiviti -aktiviti rekreasi yang lain.
-
Sering kelihatan di tempat-tempat sumbang seperti bilik stor ataupun kamar-kamar lain yang jarang dikunjungi dan digunakan oleh orang lain.
-
Terdapat tanda-tanda suntikan jarum di lengan ataupun parut-parut bekas suntikan di bahagian-bahagian badan lain. Dalam hal ini, si pengguna sering cuba menyorokkan tanda-tanda ini dengan memakai kemeja lengan panjang dan sebagainya.
-
Kurang memberi tumpuan kepada tugas-tugas penting bukan sahaja berkaitan dengan kerja, tetapi juga berhubung pengurusan peribadi dan keluarga.
DADAH (KOKAIN DAN KANABIS)
Desember 31, 2007
DADAH (KOKAIN DAN KANABIS)
HANIDA BINTI MUDA
ISI KANDUNGAN
1) Pengenalan
2) Jenis-jenis dadah
3) Dadah Kanabis
3.1 Sejarah Kanabis
3.2 Jenis-jenis Kanabis
3.3 Penggunaan bahan atau dadah lain dengan ganja
3.4 Cara-cara mengguna ganja
3.5 Kesan penggunaan ganja
3.6 Kesan ganja dalam tubuh manusia
3.7 Bahaya penagihan ganja
4) Dadah Kokain
4.1 Jenis-jenis kokain
4.2 Cara-cara mengguna kokain
4.3 Kesan dan bahaya penggunaan kokain dalam tubuh manusia
5) Kesimpulan
7) Bibliografi
1) PENGENALAN
Tidak dapat dinafikan bahawa masalah penagihan dadah sedang mengancam kehidupan manusia khasnya masyarakat di negara ini. Masalah ini juga terdapat di negara-negara lain. Sesungguhnya masalah ini mendatangkan kesan yang buruk kepada individu itu sendiri, keluarga, masyarakat, ekonomi dan keselamatan negara.
Istilah dadah adalah sukar untuk diberi takrifan yang tepat dan seragam kerana penggunaannya yang unik dan istilah ini digunakan khusus di Malaysia sahaja. Tetapi ada juga yang mengistilahkan dadah sebagai bahan kimia samada yang asli atau tiruan apabila disuntik, dihidu, dihisap atau dimakan boleh mengubah fungsi tubuh badan, perasaan atau kelakuan seseorang. Dadah merangkumi beberapa aspek seperti tujuan, cara dan kesan penggunaan atau penagihan.
Sebenarnya penggunaan istilah ‘drug’ diperingkat antarabangsa mempunyai takrifan yang neutral, luas dan umum. Istilah ini perlu digunakan bersama istilah ‘use’, ‘misuse’ dan ‘abuse’ untuk menggambarkan keadaan yang berbeza-beza. Berbanding dengan istilah dadah yang mempunyai takrif yang lebih khusus walaupun kompleks, kerana istilah ini menggambarkan sesuatu yang jijik dan mesti dijauhi.
Istilah dadah boleh ditakrifkan mengikut 4 keadaan penggunaan iaitu penggunaan secara umum, penggunaan bahan untuk tujuan perubatan, penggunaan bahan kimia psikoaktif yang menagihkan dan penggunaan yang membawa kesan buruk ke atas kesihatan dan fungsi sosial. Penggunaan dadah secara umumnya boleh mendatangkan kesan yang positif jika diambil dalam dos yang betul tetapi ia akan mendatangkan kesan yang negatif jika diambil dalam dos yang berlebihan.
1.PENGGUNAAN SECARA UMUM :
Dadah ditakrifkan secara paling umum sebagai bahan atau campuran bahan yang mana penggunaaannya boleh menyebabkan perubahan-perubahan dalam fungsi atau struktur fisiologi organisme atau manusia. Oleh sebab itu, di sini takrif ‘dadah’ dari bahan-bahan seperti makanan, air, oksigen dan sebagainya dalam jumlah yang diperlukan untuk menyegarkan kesihatan dan kehidupan manusia.
2.PENGGUNAAN UNTUK BUKAN TUJUAN PERUBATAN :
Di sini istilah ‘dadah’ merujuk kepada bahan-bahan yang digunakan untuk tujuan perubatan yang mana penggunaannya adalah dilarang. Oleh sebab itu, jika sesuatu bahan digunakan untuk tujuan mengesan, mencegah dan merawat penyakit, istilah ‘ubat’ digunakan walaupun diketahui bahawa setengah-setengah jenis bahan yang digunakan untuk tujuan perubatan mungkin disalahgunakan. Sehubungan dengan ini ‘dadah’ selalunya terdiri daripada bahan-bahan yang termasuk di bawah kawalan undang-undang..
3. PENGGUNAAN BAHAN KIMIA PSIKOAKTIF YANG MENAGIHKAN :
Takrif dadah dalam penggunaan ini merujuk kepada fungsi atau sistem tubuh yang dipengaruhi oleh ‘dadah’. Dadah merujuk kepada setengah jenis bahan kimia psikoaktif iaitu bahan-bahan yang mempunyai kesan paling ketara ke atas sistem saraf pusat iaitu otak dan saraf tunjang untuk mengubah perasaan kelakuan dan pemikiran. Pada hakikatnya tidak semua bahan kimia psikoaktif diistilahkan ‘dadah’ kerana hanya bahan kimia psikoaktif tertentu sahaja yang menimbulkan ciri-ciri ketagihan iaitu penggunaan pada diri sendiri samada ditekan, dihidu, dikunyah, dihisap atau disuntik, pergantungan terhadap dadah secara psikik atau fisikal serta gejala-gejala tarikan apabila terputus bekalan dadah dan peningkatan daya tahan terhadap setengah-setengah jenis dadah.
4) PENGGUNAAN YANG MEMBAWA KESAN BURUK KE ATAS
KESIHATAN DAN FUNGSI SOSIAL :
Takrif ‘dadah’ dalam keadaan ini ialah menentukan bahawa ia merujuk kepada
bahan-bahan yang membawa kesan yang buruk atau bahaya ke atas kesihatan dan fungsi sosial seseorang individu.
2) JENIS – JENIS DADAH
Pada amnya dadah dapat dibahagikan kepada empat jenis atau kumpulan yang mudah disalahgunakan ;
-
Opiat – heroin, morfin, candu dan kodein.
-
Kanabis – ganja, hashish.
-
Depresen – sedatif-hipnotik jenis barbiturat dan bukan barbiturat serta tranquilizer.
-
Stimulan – jenis amfetamin dan kokain.
-
Halusinogen- Lysergic acid diethylamide (LSD), meskalin dan psilosibin.
3) DADAH KANABIS
Kanabis ialah istilah umum yang digunakan untuk semua bentuk dadah yang diperolehi dari pokok genus Cannabis. Pokok ini ditanam oleh manusia untuk mendapatkan dadah walaupun ia juga didapati tumbuh liar di kawasan-kawasan beriklim panas di Asia, Mexico, Afrika dan Timur Tengah.
3.1) SEJARAH KANABIS
Rekod Maharaja Shen Nung di Negeri China yang dikatakan tertulis dalam tahun 2737 sebelum masihi menunjukkan bahawa pokok Kanabis ( ‘Ma’ ) ditanam untuk dijadikan bahan membuat kain. Para tabib Cina juga menggunakan getah kanabis untuk mengubati penyakit seperti sembelit, malaria dan lain-lain. Pakar bedah Cina bernama Hua Ta telah menggunakan bahan ini sebagai ubat pelali pada akhir kurun kedua selepas masihi.
Di Timur Tengah perkataan kanabis dikatakan berasal dari istilah Assyria ‘kunubu’. Pada kurun kelima sebelum masihi, ahli sejarah Greek bernama herodotus mencatatkan bahawa terdapat puak-puak nomad di kawasan yang sekarang merupakan sebahagian dari Rusia yang menanam kanabis dan menghisapnya untuk keseronokan.
Rekod-rekod awal dari negeri India, umpamanya ” Sasruta ” yang ditulis dalam tahun 400 masihi, menyatakan kegunaan kanabis yang telah digredkan. ‘ Bhang ‘ gred paling rendah digunakan oleh kasta bawahan untuk membuat minuman. ‘ Ganja ‘ gred yang lebih kuat dihisap oleh kasta pertengahan, sementara ‘ Charas ‘ gred paling kuat dimakan bersama kacang dan madu oleh kasta yang tinggi. Orang-orang Arab dikatakan menggunakan kanabis sebagai ganti alkohol. Kanabis diperkenalkan ke negara-negara
Amerika oleh orang-orang Sepanyol yang menggunakan kanabis selepas peperangan dengan orang-orang Moor.
Di Britain pula, kanabis digunakan sebagai ubat. Ia telah disenaraikan dalam British Pharmacopoeia dari tahun 1867 hingga 1949 sebagai salah satu bahan yang dicampurkan dengan kloroform dan morfin. Dalam tahun 1934 ia digunakan untuk merawat sakit lelah (asthma), pening kepala (migraine) dan sebagai ubat tidur. Pada tahun 1960an, kanabis dikaitkan dengan kebudayaan hippi yang mengamalkan cara hidup bebas.
3.2) JENIS-JENIS KANABIS
Ganja merupakan salah satu daripada jenis kanabis dan ianya satu bahan yang sangat kompleks. Ia mengandungi sekurang-kurangnya 421 jenis bahan kimia yang mana THC merupakan bahan psikoaktif utama. Oleh kerana kandungan bahan kimia yang kompleks dan tidak stabil, serta perbezaan yang luas dari segi jenis pokok, asal-usul, iklim dan cara penanaman, adalah amat sukar untuk menjumpai dua sampel ganja yang serupa.
Kekuatan sesuatu bentuk dadah kanabis bergantung kepada kandungan THCnya. THC atau delta 9 – tetra hydrocannabinol adalah bahan psikoaktif, salah satu daripada 61 bahan kanabinoid yang hanya terdapat pada kanabis. Ianya terkumpul dalam selaput lemak sel otak dan tubuh manusia apabila kanabis dihisap dan dikeluarkan dengan perlahan-lahan. Kanabis terdapat dalam beberapa bentuk.
-
Kanabis Herba
Ianya dikenali sebagai Ganja, Marijuana/Grass, Pot/Weed, Bhang, Kit, Takrouri dan Dagga. Kanabis herba atau ganja merujuk kepada bahagian daun dan pucuk berbunga pokok kanabis yang dikeringkan dan kadang-kadang dijadikan dalam bentuk blok atau ‘sate’. Ia menyerupai tembakau walaupun lebih kehijau-hijauan. Kandungan THC adalah antara 0.25%-8%.
2.Resin Getah Kanabis ( Hashish, Charas )
Resin/getah kanabis atau hashish adalah getah pucuk bunga kanabis yang dikumpulkan, dikeringkan/dibakar dan kemudiannya dijadikan blok serbuk ataupun kadang-kadang dicampurkan dengan lilin. Warna serbuk atau blok hashish berbeza dari coklat muda ke hijau, coklat tua atau hitam. Kandungan THC adalah antara 4%-12%. Kebanyakan hashish berasal dari kawasan Timur Tengah.
3.Minyak Hashish
Minyak hasihsh merupakan minyak tar dan dihisap bersama rokok atau ganja. Ia diperolehi melalui proses kimia yang dijalankan berulang kali ke atas ganja atau hashish. Ia tidak larut dalam air dan menjadi bertambah pekat apabila terdedah kepada udara. Kandungan THC adalah sangat tinggi ( sehingga 60% ) dan hanya setitik sahaja akan mendatangkan kesan halusinasi kepada pengguna.
3.3) PENGGUNAAN BAHAN ATAU DADAH LAIN DENGAN GANJA
Di Amerika Syarikat, ganja /marijuana digunakan dengan mencampurkan PCP, LSD, minyak hashish atau lain-lain bahan kimia. Bagi meningkatkan keuntungan pengedar, ganja juga dicampurkan dengan herba lain yang telah dikeringkan. Tahi lembu yang telah dikeringkan juga pernah dicampurkan dengan ganja dan ini telah mengakibatkan merebaknya bakteria.
3.4) CARA-CARA MENGGUNA GANJA
Ganja dihisap dalam rokok atau paip, dikunyah dan boleh juga digunakan sebagai satu bahan untuk makanan.
3.5) KESAN PENGGUNAAN GANJA
Menghisap ganja mengubah persepsi masa dan jarak serta mencacatkan daya ingatan jangka pendek dan koordinasi. Perasaan ‘high’ berlarutan di antara 2-3 jam selepas menghisap sebatang rokok ganja. THC dalam dos yang tinggi mengubah pandangan dan menyebabkan halusinasi.
Satu reaksi daripada penggunaan ganja ialah reaksi cemas yang datang dengan tiba-tiba. Reaksi ini terjadi walaupun dengan hanya menghisap sebatang rokok ganja. Penghisap menjadi cemas, bimbang dan syak sehingga merasa dirinya tidak terkawal lagi.
Ganja mempengaruhi seseorang itu secara fizikal dan psikologikal dengan begitu halus sekali sehingga tidak disedari oleh pengguna. Kerosakan psikologikal hanya dapat dilihat oleh orang lain dan ketara kepada pengguna hanya apabila sudah terlambat.
3.6) KESAN GANJA DALAM TUBUH MANUSIA
Bahan kimia yang terdapat pada ganja terkumpul dalam tubuh manusia. 30%-50% THC tertinggal dalam tubuh manusia seminggu selepas menghisap sebatang rokok ganja dan dianggarkan bahawa 4-6 minggu berlalu sebelum kesemua THC dikeluarkan dari tubuh mengikut proses fisiologi normal. Jika seseorang menghisap ganja secara terus-menerus dalam satu minggu atau satu bulan, THC sentiasa terkumpul dalam semua sel tubuh, terutama sekali di bahagian otak, paru-paru dan organ pembiakan, yang mana akan mengubah peribadi dan kelakuan orang itu.
i.Kesan Kepada Paru-Paru
Ganja mendatangkan kesan yang teruk kepada paru-paru dalam masa yang singkat ( 18-24 bulan ). Penghisap ganja sering batuk apabila menyedut asap ganja. Asap ganja mengandungi THC, bahan kimia lain ( yang menyakiti paru-paru ) serta racun-racun seperti karbon monoksid dan ammonia. Kesan asap ini begitu teruk sekali sehingga para saintis menyatakan bahawa kesan 5 batang rokok ganja adalah sama seperti 112 batang rokok tembakau.
Asap ganja juga merosakkan sistem ketahanan paru-paru yang secara normal berfungsi untuk membinasakan bahan asing dan bakteria. Penyakit bronchitis dan sakit dada sering berlaku di kalangan penghisap ganja. Selain itu penyakit laryngitis, lelah dan tanda-tanda awal penyakit kanser paru-paru juga boleh berlaku kepada penghisap ganja.
ii.Kesan Kepada Jantung
Ganja juga mengubah fungsi jantung. Ia meningkatkan kadar debaran jantung dan menjejas pengaliran darah yang mungkin menyebabkan sakit dada pada mereka yang mengidap penyakit jantung.
iii. Kesan Ganja Ke Atas Otak
THC terkumpul dalam otak. Oleh kerana THC dibersihkan dari tubuh dengan begitu perlahan, sesiapa yang menghisap ganja lebih dari sekali dalam sebulan tidak akan bebas dari kesan ganja. Ganja mengubah personaliti penghisapnya. Biasanya mereka tidak mempedulikan keadaan sekelilingnya dan tidak lagi berasa bimbang. Penghisap ganja mengubah perlakuan diri sendiri tanpa menyelesaikan masalah yang dihadapi.
iv.Kesan Ganja Ke Atas Sistem Pembiakan
a.Lelaki
Penghisapan ganja boleh menyebabkan pengeluaran hormon lelaki testosterone merosot. Ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon memandangkan tubuh lelaki juga mengeluarkan hormon perempuan. Akibatnya terdapat setengah penghisap ganja lelaki yang remaja mempunyai buah dada.
b.Perempuan
Ganja meninggalkan berbagai kesan ke atas sistem pembiakan di kalangan perempuan. Di antara kesannya ialah kedatangan haid yang tidak menentu, kemungkinan kurangnya bilangan telur di dalam ovari dan melemahkan daya penyusuan kepada bayi yang baru lahir.
3.7) BAHAYA PENAGIHAN GANJA
-
Pergantungan psikologi
-
Menyebabkan seseorang itu mudah mengikut kata dan mendorong sikap yang anti sosial dan kadangkala bersifat jenayah.
-
Merosakkan kegiatan normal seperti bersifat cita-cita tinggi, berazam dan bertindak.
-
Peribadi merosot dan kadangkala sakit otak akan menyerang jika sekiranya penggunaan itu berpanjangan
4) DADAH KOKAIN
Kokain berasal dari daun koka atau Erythroxylon coca dan lain-lain jenis pokok Erythroxylon yang terdapat di Peru, Bolivia dan Cambodia di pergunungan Andes, Amerika Selatan. Kokain seakan-akan butir-butir salji hablur. Kokain di jual secara haram dalam bentuk tepung tetapi kadang-kadang ia dibuat menjadi pil. Kokain adalah satu penyegar yang sangat kuat kuasanya seakan-akan sama dengan amfetamin.
Kokain boleh dimakan tetapi biasanya kokain dihidu atau disuntik ke dalam pembuluh darah. Kokain juga dikenali dengan nama The Leaf, Snow dan juga dikenali sebagai Speedball apabila ia dicampurkan dengan heroin. Dos yang berlebihan boleh mengakibatkan seseorang itu kejang, menggeletar, halusinasi yang hebat, malah boleh membewa maut.
4.1) JENIS-JENIS KOKAIN
1.Daun Koka ( Coca Leaf )
Daun koka adalah daun pokok Erythroxylon Coca yang tumbuh di kawasan pergunungan Andes, Amerika Selatan.
2.‘Paste’ Koka ( Coca Paste )
‘Paste’ Koka adalah bahan ekstrak pertama daun koka selepas daun tersebut dituai. Ia diperolehi dengan mencampurkan daun koka hancur dengan alkohol/benzol, asid sulfurik dan natrium karbonat serta menapis dan mengeringkan campuran tersebut. Ia kebanyakannya mengandungi alkoloid koka dan juga dikenaki sebagai bes koka atau base. Ia dihisap bersama ganja atau tembakau. ‘Paste’ koka dibersihkan untuk dijadikan kokain.
3.Kokain
Kokain adalah serbuk habluran putih tidak berbau yang dihasilkan dari ‘paste’ koka. Ia seringkali didapati dalam bentuk kokain hidroklorida dan ia merupakan bahan stimulan yang kuat. Ia selalunya dihidu ( untuk kokain yang sehingga 82 % tulin ) atau dihisap . Ia juga kadang-kadang dicampur dengan heroin (speedballing) dan disuntik ke dalam pembuluh darah ( mainlining ) atau di bawah kulit ( skinpopping ).
4) ‘ Cocaine Freebase ‘
Cocaine freebase adalah bes kokain yang bebas dari segala bahan campuran dan dihisap dalam bentuk tulin. Ia diperolehi dengan melarutkan kokain, yang biasanya tidak lebih dari 50% tulin, ke dalam air yang mana kemudiannya diekstrak dengan menggunakan bahan kimia yang mudah terbakar/meletup. ‘Cocaine freebase’ ini dihisap dengan menggunakan paip khas.
5) ‘ Crack Cocaine ‘
Crack Cocaine yang juga dikenali sebagai kokain ‘ Rock ‘ adalah nama untuk sejenis kokain tulin ( ‘freebase’ ) yang dihisap. Crack Cocaine adalah campuran kokain dengan ‘baking powder’ yang hasilnya berbentuk ‘granules’. Crack yang mempunyai ketulinan sehingga 90% adalah sangat berbahaya kerana ia mendatangkan ketagihan teruk selepas penggunaan yang agak singkat.
4.2) CARA-CARA MENGGUNA KOKAIN
Kokain boleh dimakan tetapi biasanya kokain dihidu atau disuntik ke dalam pembuluh darah individu.
4.3) KESAN DAN BAHAYA PENGGUNAAN KOKAIN DALAM TUBUH MANUSIA
-
Euforia.
-
Bercakap berlebih-lebihan. Dengan dos yang tinggi menyebabkan percakapan tidak difahami oleh orang lain kerana tidak logik atau munasabah.
-
Rasa puas hati yang diperolehi dengan dos rendah bertukar kepada rasa bimbang dan resah gelisah dengan dos tinggi.
-
Rasa cergas yang diperolehi dengan dos rendah menimbulkan kekeliruan dengan dos tinggi.
-
Tidak dapat tidur.
-
Tidak menghiraukan kesihatan dan kebersihan diri.
-
Halusinasi dan paranoia.
-
Desakan untuk melakukan kerja yang berulang-ulang.
-
Pergantungan fisikal dan psikologikal serta meningkatkan daya tahan.
-
Psikosis kokain seperti psikosis amfetamin.
5) KESIMPULAN
Dadah merupakan bahan kimia psikoaktif sama ada yang asli atau yang tiruan apabila disuntik, dihidu, dihisap atau dimakan boleh mengubah fungsi tubuh badan, perasaan atau kelakuan seseorang. Dadah mempunyai pelbagai jenis antaranya ialah kokain dan kanabis. Kedua-dua dadah jenis ini amat popular dikalangan penagih dadah dan ia berasal daripada pokok yang banyak tumbuh di kawasan Tiga Segi Emas ( The Golden Triangle ) dan di kawasan Bulan Sabit Emas ( The Golden Cresent ).
Dadah mempunyai banyak kebaikan jika digunakan dalam dos yang betul. Dadah biasanya digunakan dalam bidang perubatan sebagai ubat bius, penahan sakit dan banyak lagi kegunaannya. Tetapi kini, terdapat individu yang telah menyalahgunakan dadah untuk tujuan keseronokan dan juga untuk mendapatkan keuntungan. Akibat penyalahgunaan dadah maka banyak kesan-kesan negatif yang berlaku ke atas sistem saraf manusia. Selain itu , penyalahgunaan dadah juga mendatangkan kesan yang buruk bukan kepada diri individu itu sahaja, tetapi juga kepada keluarga, masyarakat, ekonomi, dan keselamatan negara. Oleh sebab itu langkah-langkah yang sewajarnya patut diambil untuk membasmi penyalahgunaan dadah daripada terus menular.
Gangguan Mental
Desember 31, 2007
Penelitian Buktikan Ganja Timbulkan Gangguan Mental
Paris (ANTARA News) – Suatu penelitian tentang ganja dan kesehatan jiwa menyebutkan bahwa penggunaan narkoba meningkatkan risiko timbulnya sakit jiwa hingga lebih dari 40 persen. Para dokter, sebagaimana dimuat “The Lancet” edisi Sabtu, minta pihak-pihak yang berwenang untuk
4. Beberapa Ciri Khas Masa Remaja adalah:masalah kesehatan, mengingatkan kaum muda tentang risiko ganja terhadap pikiran. Kesimpulan tersebut berdasarkan tinjauan terhadap 35 penelitian yang meneliti frekwensi sizofrenia, khayalan, halusinasi, kekacauan pikiran dan sakit kejiwaan lainnya yang dialami para pemakai ganja. Pengguna ganja ternyata 41 persen lebih mungkin mengalami hal-hal tersebut dibanding mereka yang tidak pernah merokok. Risikonya relatif bertambah seiring banyaknya pemakaian. Pemakai yang sangat sering menghisap ganja dua kali lebih besar kemungkinannya mengalami gejala itu dibanding yang bukan pemakai. Studi itu juga mengamati risiko depresi, kegelisahan dan kondisi emosional lainnya, namun belum ada bukti yang pasti untuk mengaitkannya dengan ganja. Para penulis laporan itu mengatakan bahwa mereka telah berusaha sebaik mungkin namun tetap ada kemungkinan bahwa penelitian itu terpengaruh “faktor-faktor pengacau” yang sudah biasa ada dalam penelitian tentang pengaruh ganja. Namun, laporan tersebut mengemukakan bahwa sekarang telah ada bukti yang pasti untuk memperingatkan kaum muda bahwa narkoba dapat menyebabkan sakit jiwa. “Para pembuat kebijakan harus memberikan peringatan terhadap masyarakat tentang bahaya ganja,” katanya. “Kami yakin bahwa sekarang ada cukup bukti untuk mengumumkan kepada masyarakat bahwa penggunaan ganja dapat meningkatkan risiko timbulnya penyakit jiwa di kemudian hari.” Di Inggris, 40 persen orang dewasa muda dan remaja pernah memakai ganja. Jika dihitung-hirung, sekitar 14 persen kasus kejiwaan kaum muda di Inggris dapat dihindari jika tidak ada pemakaian ganja. Penelitian itu dipimpin Theresa Moore dari University of Bristol, dan Stanley Zammit dari Cardiff University. Mereka tidak memasukkan penelitian terhadap orang yang kecanduan atau yang punya catatan masalah kejiwaan, selain mengabaikan pasien yang mendapat ganja saat pengobatan medis serta tidak memasukkan narapidana sebagai sampel. Masalah besar bagi penelitian tersebut adalah ganja merupakan barang terlarang sehingga kekuatan dan dosisnya bermacam-macam, berbeda dengan tembakau yang merupakan barang resmi, demikian AFP.(*)
Kasus Penyalahgunaan Narkotika Ditinjau dari Ilmu Kesehatan Jiwa (Psikiatri) BAB I PENDAHULUAN1. Umum Dengan peningkatan keprihatinan dan kepedulian dari kalangan profesi ilmiah khususnya kalangan Perguruan Tinggi atau Universitas terhadap masalah Penyalahgunaan Narkotika, yang kini pada hari ini ditindaklanjuti dengan sebuah seminar yang membahas masalah penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya, maka perlulah dikemukakan semacam pengantar untuk menjadi bahan diskusi dalam membahas masalah tersebut. Masalah penyalahgunaan narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya tersebut pada intinya adalah juga merupakan masalah yang menjadi perhatian khususnya dari para sarjana kedokteran dan lebih khusus lagi para sarjana Kedokteran Jiwa. (Psikiatri). Untuk maksud tersebut di atas, tulisan ini diajukan untuk menjadi bahan atau salah satu materi diskusi dalam acara membahas masalah Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.
2. Pengertian Obat adalah suatu zat yang dapat mempengaruhi fungsi tubuh manusia yakni apabila dimasukkan ke dalam tubuh manusia dan menurut petunjuk dokter. Pemakaian obat-obatan untuk diri sendiri tanpa indikasi dan tidak bertujuan medis disebut sebagai Penyalahgunaan Zat (drug abuse). Tindakan atau kasus tersebut merupakan perbuatan yang merugikan diri sendiri (karena dapat menimbulkan ketergantungan zat, keracunan akut atau kematian dan merugikan orang lain (karena si penyalahguna mampu mengganggu ketertiban dan mempengaruhi orang lain agar mau seperti dirinya). Pada umumnya obat atau zat yang disalahgunakan adalah zat yang termasuk golongan obat psikoaktif (psychoactive drugs), yaitu obat yang dapat memberikan perubahan-perubahan pada fungsi mental (pikiran dan perasaan, kesadaran, persepsi tingkah laku) dan fungsi motorik. Zat ini mempunyai potensi untuk menimbulkan ketergantungan, baik fisik maupun secara psikis atau kedua-duanya. Selain zat mempunyai efek tertentu terhadap tubuh manusia dan salah satu efek yang terdapat pada golongan psikoaktif dan Narkotika adalah kemampuannya untuk menimbulkan ketergantungan, sehingga zat ini disebut zat yang dapat menimbulkan ketergantungan (dependence producing drugs) yaitu antara lain: Alkohol misalnya minuman keras. Narkotika misalnya, morfin, heroin, dan Pethidine. Kanabis misalnya Marjuana atau ganja. Penekan susunan syaraf pusat misalnya Mandrax, Rohypnol, Magadon, Nitrazepan, Sedatin (pil BK/pil anjing). Perangsang susunan syaraf pusat misalnya Amfetamin, (yang pada akhir-akhir ini, dengan dicampur dengan zat lain disebut sebagai Pil Ecstasy dan sebagainya). Dari uraian di atas jelaslah bahwa tindakan penyalahgunaan zat mempunyai kaitan yang erat dengan masalah ketergantungan zat (drug dependence). Yang dimaksud dengan ketergantungan zat adalah suatu kondisi yang memaksa seseorang menggunakan zat tersebut dengan tujuan untuk mendapatkan kepuasan mental atau menghindari diri dari penderitaan fisik dan mental (gejala ketagihan). Pada keadaan ini seseorang tidak dapat menghentikan pemakaian zat tersebut dan ia dapat mengalami ketergantungan pada satu macam zat saja atau lebih. Penyembuhan atau pengobatan ketergantungan zat merupakan suatu hal yang sulit, oleh karena itu maka tindakan pencegahan merupakan upaya yang sangat penting. Penyalahgunaan zat (NAPZA) di Indonesia merupakan masalah yang mulai timbul sejak + 26 tahun yang lalu. Masalah ini makin besar dan meluas sehingga pada akhirnya dinyatakan sebagai masalah nasional yang dalam penanggulangannya perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak. Pada tahun 1971 terbentuk Badan yang disebut BAKOLAK INPRES 6/1971.Berdasarkan penelitan dan pengamatan berbagai pihak didapatkan kesan bahwa mereka yang menyalahgunakan zat kebanyakan tergolong dalam usia muda. Mereka merupakan kelompok yang mempunyai resiko tinggi (high risk). Masa remaja merupakan suatu masa yang peka terhadap segala macam bentuk gangguan. Para remaja membutuhkan bentuan dan perhatian orang tua dan guru atau pembimbingnya dalam melewati masa ini dengan tenang dan wajar. Bantuan dan perhatian ini dapat diberikan kalau kita mamahami porblems mereka dan mengetahui berbagai faktor yang mungkin dapat menimbulkan porblem, khususnya yang menyangkut masalah penyalahgunaan zat; yakni antara lain ilmu kesehatan jiwa.
3. Keadaan Khas Masa Remaja Sebagai peralihan dari masa anak menuju ke masa dewasa, masa remaja merupakan masa yang penuh dengan kesulitan dan gejola, baik bagi remaja sendiri maupun bagi orang tuanya. Seringkali karena ketidaktahuan dari orang tua mengenai keadaan masa remaja tersebut ternyata mampu menimbulkan bentrokan dan kesalahpahaman antara remaja dengan orang tua yakni dalam keluarga atau ramaja dengan lingkungannya. Hal tersebut di atas tentunya tidak membantu si remaja untuk melewati masa ini dengan wajar, sehingga berakibat terjadinya berbagai macam gangguan tingkah laku seperti penyalahgunaan zat, atau kenakalan remaja atau gangguan mental lainnya. Orang tua seringkali dibuat bingung atau tidak berdaya dalam menghadapi perkembangan anak remajanya dan ini menambah parahnya gangguan yang diderita oleh anak remajanya. Untuk menghindari hal tersebut dan mampu menentukan sikap yang wajar dalam menghadapi anak remaja, kita sekalian diharapkan memahami perkembangan remajanya beserta ciri-ciri khas yang terdapat pada masa perkembangan tersebut. Dengan ini diharapkan bahwa kita (yang telah dewasa) agar memahami atas perubahan-perubahan yang terjadi pada diri anak dan remaja pada saat ia mamasuki masa remajanya. Begitu pula dengan memahami dan membina anak/remaja agar menjadi individu yang sehat dalam segi kejiwaan serta mencegah bentuk kenakalan remaja perlu memahami proses tumbuh kembangnya dari anak sampai dewasa.Perubahan peranan Perubahan dari masa anak ke masa remaja membawa perubahan pada diri seorang individu. Kalau pada masa anak ia berperanan sebagai seorang individu yang bertingkah laku dan beraksi yang cenderung selalu bergantung dan dilingungi, maka pada masa remaja ia diharapkan untuk mampu berdiri sendiri dan ia pun berkeinginan mandiri. Akan tetapi sebenarnya ia masih membutuhkan perlindungan dan tempat bergantung dari orang tuanya. Pertentangan antara keinginan untuk bersikap sebagai individu yang mampu berdiri sendiri dengan keinginan untuk tetap bergantung dan dilindungi, akan menimbulkan konflik pada diri remaja. Akibat konflik ini, dalam diri remaja timbul kegelisahan dan kecemasan yang akan mewarnai sikap dan tingkah lakunya. Ia menjadi mudah sekali tersinggung, marah, kecewa dan putus asa. Daya fantasi yang berlebihan Keterbatasan kemampuan yang ada pada diri remaja menyebabkan ia tidak selalu mampu untuk memenuhi berbagai macam dorongan kebutuhan dirinya. Ikatan kelompok yang kuat Ketidakmampuan remaja dalam menyalurkan segala keinginan dirinya menyebabkan timbulnya dorongan yang kuat untuk berkelompok. Dalam kelompok, segala kekuatan dirinya seolah-olah dihimpun sehingga menjadi sesuatu kekuatan yang besar. Remaja akan merasa lebih aman dan terlindungi apabila ia berada di tengah-tengah kelompoknya. Oleh karena itu ia berusaha keras untuk dapat diakui oleh kelompoknya dengan cara menyamakan dirinya dengan segala sesuatu yang ada dalam kelompoknya. Rasa setia kawan terjalin dengan erat dan kadang-kadang menjurus ke arah tindak yang membabi buta. Krisis identitas Tujuan akhir dari suatu perkembangan remaja adalah terbentuknya identitas diri. Dengan terbentuknya identitas diri, seorang individu sudah dapat memberi jawaban terhadap pertanyaan: siapakah, apakah saya mampu dan dimanakah tempat saya berperan. Ia telah dapat memahami dirinya sendiri, kemampuan dan kelamahan dirinya serta peranan dirinya dalam lingkungannya. Sebelum identitas diri terbentuk, pada umumnya akan terjadi suatu krisis identitas. Setiap remaja harus mampu melewati krisisnya dan menemukan jatidirinya.
4. Berbagai Motivasi Dalam Penyalahgunaan Obat Motivasi dalam penyalahgunaan zat dan narkotika ternyata menyangkut motivasi yang berhubungan dengan keadaan individu (motivasi individual) yang mengenai aspek fisik, emosional, mental-intelektual dan interpersonal. Di samping adanya motivasi individu yang menimbulkan suatu tindakan penyalahgunaan zat, masih ada faktor lain yang mempunyai hubungan erat dengan kondisi penyalahgunaan zat yaitu faktor sosiokultural seperti di bawah ini; dan ini merupakan suasana hati menekan yang mendalam dalam diri remaja; antara lain: Perpecahan unit keluarga misalnya perceraian, keluarga yang berpindah-pindah, orang tua yang tidak ada/jarang di rumah dan sebagainya. Pengaruh media massa misalnya iklan mengenai obat-obatan dan zat. Perubahan teknologi yang cepat. Kaburnya nilai-nilai dan sistem agama serta mencairnya standar moral; (hal ini berarti perlu pembinaan Budi Pekerti – Akhlaq) Meningkatnya waktu menganggur. Ketidakseimbangan keadaan ekonomi misalnya kemiskinan, perbedaan ekonomi etno-rasial, kemewahan yang membosankan dan sebagainya. Menjadi manusia untuk orang lain. Adanya faktor-faktor sosial kultural seperti yang dikemukakan di atas akan mempengaruhi kehidupan manusia dan dapat menimbulkan motivasi tertentu untuk mamakai zat. Pengaruh ini akan terasa lebih jelas pada golongan usia remaja, karena ditinjau dari sudut perkembangan, remaja merupakan individu yang sangat peka terhadap berbagai pengaruh, baik dari dalam diri maupun dari luar dirinya atau lingkungan. BAB II UPAYA PENCEGAHAN UPAYA PENCEGAHAN MASALAH PENYALAHGUNAAN ZATKarakteristik psikogis yang khas pada remaja merupakan faktor yang memudahkan terjadinya tindakan penyalahgunaan zat. Namun demikian, untuk terjadinya hal tersebut masih ada faktor lain yang memainkan peranan penting yaitu faktor lingkungan si pemakai zat. Faktor lingkungan tersebut memberikan pengaruh pada remaja dan mencetuskan timbulnya motivasi untuk menyalahgunakan zat. Dengan kata lain, timbulnya masalah penyalahgunaan zat dicetuskan oleh adanya interaksi antara pengaruh lingkungan dan kondisi psikologis remaja. Di dalam upaya pencegahan, tindakan yang dijalankan dapat diarahkan pada dua sasaran proses. Pertama diarahkan pada upaya untuk menghindarkan remaja dari lingkungan yang tidak baik dan diarahkan ke suatu lingkungan yang lebih membantu proses perkembangan jiwa remaja. Upaya kedua adalah membantu remaja dalam mengembangkan dirinya dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan (suatu proses pendampingan kepada si remaja, selain: pengaruh lingkungan pergaulan di luar selain rumah dan sekolah). Jadi remaja sebenarnya berada dalam 3 (tiga) pengaruh yang sama kuat, yakni sekolah (guru), lingkungan pergaulan dan rumah (orang tua dan keluarga); serta ada 2 buah proses yakni menghindar dari lingkungan luar yang jelek, dan proses dalam diri si remaja untuk mandiri dan menemukan jatidirinya. Dalam rangka membimbing dan mengarahkan perkembangan remaja, bidang yang menjadi pusat perhatian adalah: Sikap dan tingkah laku. Emosional Mental – intelektual Sosial Pembentukan identitas diri. Tindakan apa yang harus dan dapat dilakukan, secara garis besar akan diuraikan di bawah ini: Sikap dan tingkah laku Tujuan dari suatu perkembangan remaja secara umum adalah merubah sikap dan tingkah lakunya, dari cara yang kekanak-kanakan menjadi cara yang lebih dewasa. Sikap kekanak-kanakan seperti mementingkan diri sendiri (egosentrik), selalu menggantungkan diri pada orang lain, menginginkan pemuasan segera, dan tidak mampu mengontrol perbuatannya, harus diubah menjadi mampu memperhatikan orang lain, berdiri sendiri, menyesuaikan keinginan dengan kenyataan yang ada dan mengontrol perbuatannya sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Untuk itu dibutuhkan perhatian dan bimbingan dari pihak orang tua. Orang tua harus mampu untuk memberi perhatian, memberikan kesempatan untuk remaja mencoba kemampuannya. Berikan penghargaan dan hindarkan kritik dan celaan. Emosional Untuk mendapatkan kebebasan emosional, remaja mencoba merenggangkan hubungan emosionalnya dengan orang tua; ia harus dilatih dan belajar untuk memilih dan menentukan keputusannya sendiri. Usaha ini biasanya disertai tingkah laku memberontak atau membangkang. Dalam hal ini diharapkan pengertian orang tua untuk tidak melakukan tindakan yang bersifat menindas, akan tetapi berusaha membimbingnya secara bertahap. Udahakan jangan menciptakan suasana lingkungan yang lain, yang kadang-kadang menjerumuskannya. Anak menjadi nakal, pemberontak dan malah mempergunakan narkotika (menyalahgunakan obat). Mental – intelektual Dalam perkembangannya mental – intelektual diharapkan remaja dapat menerima emosionalnya dengan memahami mengenai kelebihan dan kekurangan dirinya. Dengan begitu ia dapat membedakan antara cita-cita dan angan-angan dengan kenyataan sesungguhnya. Pada mulanya daya pikir remaja banyak dipengaruhi oleh fantasi, sejalan dengan meningkatnya kemampuan berpikir secara abstrak. Pikiran yang abstrak ini seringkali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada dan dapat menimbulkan kekecewaan dan keputusasaan. Untuk mengatasi hal ini dibutuhkan bantuan orang tua dalam menumbuhkan pemahaman diri tentang kemampuan yang dimilikinya berdasarkan kemampuan yang dimilikinya tersebut. Jangan membebani remaja dengan berbagai macam harapan dan angan-angan yang kemungkinan sulit untuk dicapai. Sosial Untuk mencapai tujuan perkembangan, remaja harus belajar bergaul dengan semua orang, baik teman sebaya atau tidak sebaya, maupun yang sejenis atau berlainan jenis. Adanya hambatan dalam hal ini dapat menyebabkan ia memilih satu lingkungan pergaulan saja misalnya suatu kelompok tertentu dan ini dapat menjurus ke tindakan penyalahgunaan zat. Sebagaimana kita ketahui bahwa ciri khas remaja adalah adanya ikatan yang erat dengan kelompoknya. Hal ini menimbulkan ide, bagaimana caranya agar remaja memiliki sifat dan sikap serta rasa (Citra: disiplin dan loyalitas terhadap teman, orang tua dan cita-citanya. Selain itu juga kita sebagai orang tua dan guru, harus mampu menumbuhkan suatu Budi Pekerti/Akhlaq yang luhur dan mulia; suatu keberanian untuk berbuat yang mulia dan menolong orang lain dan menjadi teladan yang baik. Pembentukan identitas diri Akhir daripada suatu perkembangan remaja adalah pembentukan identitas diri. Pada saat ini segala norma dan nilai sebelumnya merupakan sesuatu yang datang dari luar dirinya dan harus dipatuhi agar tidak mendapat hukuman, berubah menjadi suatu bagian dari dirinya dan merupakan pegangan atau falsafah hidup yang menjadi pengendali bagi dirinya. Untuk mendapatkan nilai dan norma tersebut diperlukan tokoh identifikasi yang menurut penilaian remaja cukup di dalam kehidupannya. Orang tua memegang peranan penting dalam preoses identifikasi ini, karena mereka dapat membantu remajanya dengan menjelaskan secara lebih mendalam mengenai peranan agama dlam kehidupan dewasa, sehingga penyadaran ini memberikan arti yang baru pada keyakinan agama yang telah diperolehnya. Untuk dapat menjadi tokoh identifikasi, tokoh tersebut harus menjadi kebanggaan bagi remaja. Tokoh yang dibanggakan itu dapat saja berupa orang tua sendiri atau tokoh lain dalam masyarakat, baik yang masih ada maupun yang hanya berasal dari sejarah atau cerita. Sebagai ikhtisar dari apa yang dapat dilakukan orang tua dan guru dalam upaya pencegahan, dapat dikemukakan sebagai berikut: Memahami sikap dan tingkah laku remaja dan menghadapinya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran. Memberikan perhatian yang cukup baik dalam segi material, emosional, intelektual, dan sosial. Memberikan kebebasan dan keteraturan serta secara bersamaan pengarahan terhadap sikap, perasaan dan pendapat remaja. Menciptakan suasana rumah tangga/keluarga yang harmonis, intim, dan penuh kehangatan bagi remaja. Memberikan penghargaan yang layak terhadap pendapat dan prestasi yang baik. Memberikan teladan yang baik kepada remaja tentang apa yang baik bagi remaja. Tidak mengharapkan remaja melakukan sesuatu yang ia tidak mampu atau orang tua tidak melaksanakannya (panutan dan keteladanan). Apa yang dikemukakan di atas hanyalah merupakan petikan secara umum dan dalam penerapannya harus disesuaikan dengan kondisi yang ada pada diri remaja maupun orang tua dan guru. Dengan begitu maka setiap orang tua dan guru harus mampu untuk menafsirkan apa yang dimaksud dan menerapkannya sesuai dengan apa yang diharapkan. Yang paling penting adalah pengenalan diri sendiri dari pihak orang tua sebelum mereka mengharapkan remajanya mengenal dirinya. Dengan kata lain, apa yang diharapkan dari remaja harus dapat dilaksanakan terlebih dahulu oleh orang tua dan guru.
Hello world!
November 25, 2007
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!