GanJa DaN efekNya

Desember 31, 2007

                                                            GAnJa DaN eFeK

Kontroversi

Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang yang berdasarkan bahan kimiawi dan merusak sel-sel otak, yang sudah sangat jelas bahayanya bagi umat manusia. Diantara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euphoria (rasa gembira) yang berlebihan, serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir diantara para pengguna tertentu, ada juga yang berefek paranoid dan rasa kesepian.

Kisah Seorang Teman

Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna akan menjadi malas, kecenderungan melamun dan otak akan lamban dalam berpikir (ini bisa terjadi beberapa lama, mulai dr hitungan jam sampai dengan hitungan hari, tergantung dari daya tahan tubuh sipemakai). Cerita dari seorang teman yang mencoba ganja untuk pertama kalinya, di awal dia mengalami rasa aneh pada tubuhnya mulai dr mulut dan badan yang rasanya ringan sesaat, kemudian di dalam hati rasanya ingin menyampaikan banyak hal tetapi tidak ada satu patah katapun yang keluar, badan rasanya dingin sekali dan sesekali serasa tubuh di lilit oleh suatu benda yang berat yg bisa meremukan badan, mulailah berhalusinasi muncul perasaan sedih, kesepian, sakit hati yang keluar menjadi tangis dan air mata, rasa marah yang tiada tara, melihat sekeliling menjadi gelap seperti di negeri antah berantah atau mungkin seperti layaknya negeri dongeng, atau kalau dalam istilah saya itu bagaikan slide dalam presentasi, slide pertama semua terlihat gelap dan banyak pepohonon seperti di hutan, setelah beberapa saat berubah menjadi seperti di pemakaman dan kitalah yang ada dalam petinya, di iringi lagu kematian, temanku bilang dia mencoba menahan semua yg dia rasa dan dia berusaha untuk sadar dan mengontrolnya, sesekali badan lemasnya dia paksa untuk bangkit dan sesaat bangkit dan melihat ada orang lain di dalam pikirannya yag dia lihat adalah hantu, manusia dengan muka putih menakutkan, temanku merasakan ketakutan yang sangat dan tidak mau sendirian, bahkan dia sampai muntah2., banyak lagi kejadian dalam slide (yang berbeda2) yg dia rasakan saat ganja pertamanya itu yang dia sendiri sulit mendeskripsikan nya menjadi sebuah cerita untuk saya. Hmmmmm efek ganja tidak selamanya membuat nyaman yach… hehehe ternyata bisa sangat menyiksa dan menyakitkan JNamun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi) ingat tidak untuk semua pemakai. Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreatifitas), juga di pengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreatifitas adalah hasil silangan modern “Cannabis indica” yang berasal dari India dengan “Cannabis sativa” dari Barat, dimana jenis Marijuana silangan inilah yang merupakan tipe yang tumbuh di Indonesia. Tetapi untuk orang awam, seperti saya atau teman saya yang pertama kali memakainya misalnya tentu sulit membedakan dan memang tidak punya keahlian membedakan jenis ganja mana yang dianggap merangsang kreatifitas.Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu, dimana dalam golongan tertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan Methamphetamin). Marijuana, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, dimana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu.

Pemanfaatan

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak. Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan. Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali (tapi bagaimana mengontrolnya ya….).Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan, cerita dari teman2 disanapun begitulah adanya. Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong. Bukan hanya dihisap seperti rokok, tetapi ada yang di buat kopi, ada juga dodol ganja yang katanya enak, dan ntah ada berapa jenis bentuk makanan dengan bahan dasar ganja murni.

Budidaya

Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

Penelitian  Ganja

Suatu penelitian tentang ganja dan kesehatan jiwa menyebutkan bahwa penggunaan narkoba meningkatkan risiko timbulnya sakit jiwa hingga lebih dari 40 persen- Paris (ANTARA News).
Kesimpulan tersebut berdasarkan tinjauan terhadap 35 penelitian yang meneliti frekwensi sizofrenia, khayalan, halusinasi, kekacauan pikiran dan sakit kejiwaan lainnya yang dialami para pemakai ganja.Pengguna ganja ternyata 41 persen lebih mungkin mengalami hal-hal tersebut dibanding mereka yang tidak pernah merokok (ganja). Risikonya relatif bertambah seiring banyaknya pemakaian. Pemakai yang sangat sering menghisap ganja dua kali lebih besar kemungkinannya mengalami gejala itu dibanding yang bukan pemakai. Studi itu juga mengamati risiko depresi, kegelisahan dan kondisi emosional lainnya, namun belum ada bukti yang pasti untuk mengaitkannya dengan ganja.    Katanya di Inggris, 40 persen orang dewasa muda dan remaja pernah memakai ganja. Jika dihitung-hitung, sekitar 14 persen kasus kejiwaan kaum muda di Inggris dapat dihindari jika tidak ada pemakaian ganja. Penelitian itu dipimpin
Theresa Moore dari University of Bristol, dan Stanley Zammit dari Cardiff University.Kesimpulan bahwa narkoba dapat menyebabkan sakit jiwa, apakah ganja dapat dikatakan narkoba?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: