GANJA Merusak Sperma & Membuat Pria Mandul!

Desember 31, 2007

                         GANJA Merusak Sperma & Membuat Pria Mandul!

Pria bisa MANDUL bila sering merokok ganja, demikian hasil riset ilmuwan di Universitas Buffalo.

Cannabis, yang di Indonesia disebut ganja atau rumput, dikenal juga dengan sebutan marijuana, grass, hash, atau hashish.

Ganja terdiri dari tiga bentuk utama, dalam bentuk tumbuhan kering, sebagai getah yang dikenal sebagai hashish, dan sebagai minyak adhesif yang dipersiapkan dari bentuk getah.

Biasanya, ganja diisap dengan mencampur dengan rokok, dan melintingnya menggunakan kertas yang biasa digunakan untuk melinting tembakau. Ada juga ganja yang tidak perlu dicampur dengan tembakau, tetapi diisap langsung menggunakan pipa dan alat merokok seperti bong.

Namun hari-hati bila pria menggemari kebiasaan yang satu ini. Pemakaian ganja dalam jangka panjang berakibat menurunnya hitungan sperma dan tidak normalnya pola gerak sperma.

Akibatnya, kesuburan pria pun terganggu. Bukan karena sperma tidak bergerak sehingga tidak dapat mencapai telur, tetapi sebaliknya. Sperma berenang terlalu awal dan terlalu cepat, sehingga mati sebelum sampai ke sel telur pasanganya.

Pimpinan riset Dr Lani Burkman mengatakan, unsur-unsur aktif yang terdapat dalam ganja mempengaruhi pola gerak sperma.

Ganja mengandung beberapa unsur kimia, seperti THC (tetrahydrocannabinol) yang punya pengaruh kuat pada tubuh manusia.

Para peneliti yakin, THC mengganggu aktivitas berenang sperma. Berdasarkan pemeriksaan, sperma yang terpapar THC dalam jumlah tinggi, tidak mampu mencapai sel telur untuk melakukan pembuahan.

Dr Burkman bersama timnya melakukan pengujian terhadap sperma 22 pria yang rata-rata merokok 14 kali seminggu dalam lima tahun terakhir.

Sperma mereka terlihat berenang terlalu bersemangat. Sebenarnya, kelincahan gerak (motilitas) sperma ini sangat vital agar bisa mencapai sel telur. Sayangnya, kalau sperma bergerak cepat terlalu dini malah mereduksi kemampuannya mencapai sel telur.

Pemilihan waktunya salah. Sperma bergerak cepat terlalu awal, akibatnya mati sebelum mencapai sel telur dan tidak bisa melakukan pembuahan, kata Dr Burkman.

Melihat hasil riset tersebut, jelas sekali, merokok ganja secara teratur bisa mengakibatkan pria menderita kemandulan atau infertilitas, karena kandungan THC yang terdapat di dalamnya.

Belum jelas benar apakah kesuburan mereka akan kembali normal setelah berhenti merokok. Tetapi, Dr Burkman mengingatkan THC bisa tersimpan lama dalam lemak tubuh manusia.

Kami tidak bisa mengatakan apakah semuanya akan kembali normal, ujarnya.

Yang pasti, saya menyarankan siapa pun yang ingin memiliki anak, sebaiknya tidak merokok ganja atau marijuana, termasuk wanita.

Profesor Alison Murdoch, dari the British Fertility Society kepada BBC News Online mengatakan hasil riset tersebut tidak mengejutkan. Ganja adalah obat keras yang bisa mempengaruhi seluruh sistem tubuh. Sama halnya dengan alkohol dan rokok.

Permasalahan Penyalahgunaan Narkoba Di Indonesia

Masalah penyalahgunaan narkoba telah dikenal sejak lama di Indonesia. Penyalahgunaan narkoba mempunyai sejarah yang panjang pula. Di zaman penjajahan Belanda, di Indonesia malah ada mentri candu dengan tugas menyediakan candu dan secara resmi dan teratur dibagikan kepada mereka yang telah terikat (ketagihan) akan narkoba tersebut. Di samping itu sejarahpun mencatat terjadinya perang candu (1834 – 1842) antara Inggris dan Cina. Bentrok antara Inggris dan Cina itupun mempunyai latar belakang setelah ada kekuatan antara Inggris dan Portugal terjadi dalam perebutan hegomoni di laut yang yang dimenangkan oleh Inggris yang terkenal waktu itu sebagai suatu negara yang mempunyai kebolehan di lautan dengan armada lautnya yang tangguh ingin menguasai daratan Cina setelah berhasil menanamkan kuasanya di India dan mengikis pegaruh Portugal di sana. Dan sejak itu pula muncul ke permukaan bahwa candu telah digunakan sebagai alat strategi taktis memperluas teritorial di daratan Cina, yaitu jatuhnya Hongkong dan pelabuhan Canton menjadi daerah teritorial Inggris.

Akan munculkah situasi ini kembali masih tanda tanya, dalam arti apakah dalam era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini terutama pada abad yang akan datang narkotika dijadikan sebagai alat strategis. Satu hal yang jelas dari permasalahan yang dihadapi negara-negara pada akhir-akhir ini bahwa perdagangan gelap narkoba yang pada akhirnya akan disalahgunakan itu telah menjadi perusak kemanusiaan dan sangat ditakuti, karena sangat sulit mengatasi dan memberantasnya.

Melihat strategi, belajar dari catatan sejarah itulah agaknya nenek moyang kita mencetuskan ungkapan yang diutarakan di atas dan belajar dari kenyataan-kenyataan yang ada maka pemerintah sejak dini menyatakan bahwa masalah penyalahgunaan narkoba, dan zat adiktif lainnya merupakan masalah nasional yang perlu ditangani secara serius, terencana dan secara bersama antar instani dengan mengikutsertakan potensi yang ada dalam masyarakat.

Penyalahgunaan narkoba, dan zat adiktif lainnya terjadi disebabkan berbagai faktor penyebab yang satu sama lainnya saling berkaitan dan berbagai dampak dan akibat yang ditimbulkannya baik dari si penyalahguna maupun bagi masyarakat, bangsa dan negara terutama sekali sangat terasa bagi negara yang sedang membangun seperti Indonesia. Menangani masalah narkoba akan menguras tenaga, biaya yang besar yang sebaiknya dapat digunakan untuk biaya pembangunan di berbagai sektor sebagai suatu upaya untuk mengejar kemajuan kesejahteraan rakyat. Karena itu pula masalahnya menjadi rumit dan pelik sehingga tidak mungkin dapat ditangani oleh satu instansi saja : sebab masalah kecanduan narkoba bukan hanya masalah kesehatan semata, tetapi masalah itu dapat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Kasus-kasus penyalahgunaan narkotika, dan bahan zat apapun bentuknya yang menyebabkan seseorang menjadi terikat memakainya (addicted) tidak pula dapat diselesaikan oleh satu profesi, tetapi harus ditangani oleh multiprofesional, oleh dokter, psikolog, sosiolog, antropolog, social worker, agamawan dan yang paling penting adalah peran keluarga, orang tua, karena keluargalah, orang tualah sepatutnya menjadi instansi pertama yang mendidik keluarganya sedini mungkin dengan nilai-nilai moral dan sosial yang utuh dan tangguh.

Satu negara secara sendiri-sendiri tidak mungkin berhasil disebabkan penyalahgunaan narkoba, dan zat adiktif lainnya berpangkal dari lalu lintas perdagangan gelap antar negara yang diatur oleh sindikat narkotika internasional, sehingga antar negara baik regional maupun internasional haruslah dibina kerjasama yang erat agar ruang gerak sindikat dapat dipersempit dan upaya seling membantu di bidang lain dapat dicapai.

Generasi muda, pelajar dan mahasiswa, orang tua, informal leader, organisasi-organisai sosial sangat berperan di segala bidang kegiatan untuk sama-sama berupaya menekan lajunya perkembangan meningkatnya kejahatan bidang narkotika. Berbagai upaya dapat dilakukan terutama bidang pencegahan, pemberian informasi baik dalam organisasi masyarakat yang terkoordinir secara baik.

Ada beberapa faktor penyebab terjadinya penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya seperti :

1. Kultivasi gelap

Adanya penanaman-penanaman secara gelap narkotika khususnya tanaman pohon ganja yang belakangan terakhir ini selalu menunjukkan kecenderungan meningkat. Bebarapa daerah penanaman di Indonesia dimulai dari wilayah Aceh sebagian sumber areal tanaman gelap ganja yang cukup besar terbukti dengan adanya data hasil-hasil operasi yang sering dilakukan oleh pihak Polri. Penanaman areal yang secara geografis sangat sulit dijangkau oleh para petugas melalui jalur darat dan tersebar diantara tanaman-tanaman besar lainnya serta adanya unsur-unsur kesenjangan masyarakat tertentu dikendalikan dan dibiayai oleh oknum-oknum sindikat narkotika sehingga upaya pemberantasan memerlukan daya dan dana yang cukup besar.

2. Produksi gelap

Narkotika di Indonesia dewasa ini masih terbatas pada jenis ganja. Hal ini dapat terlihat pada hasil-hasil kegiatan operasi kepolisian terutama di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Proses pembuatan ganja masih dilakukan secara tradisional yaitu dikeringkan dan diproses dengan alat yang sederhana sehingga menghasilkan ganja kering yang padat, dan minyak ganja yang dibuat secara sederhana. Hingga kini telah ditemukan laboratorium gelap yang memproduksi narkotika jenis lain seperti Morphine, heroin, kokai maupun minyak hashis selain produksi gelap ganja tersebut di atas, sudah mulai ditemukan adanya produksi gelap obat-obat psikotropika yang sering digunakan para remaja seperti jenis pil BK, rohypnol, magadon dan sejenis lainnya.

3. Distribusi gelap

Distribusi gelap berupa kejahatan narkotika merupakan kejahatan yang terorganisir dan dapat menghasilkan keuntungan yang besar. Dengan posisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan pantai-pantai yang relatif dekat dengan daerah-daerah sumber di Asia Tenggara yaitu daerah penghasil Opilum yang besar tersebut “ Golden Triangle” sehingga hal-hal tersebut merupakan kerawanan dan memungkinkan terjadinya jalur-jalur distribusi narkotika di Indonesia baik sebagai transit maupun sebagai basis operasi dari para sindikat-sindikat internasional dengan berbagai macam modus operandi.

4. Konsumsi gelap

Konsumsi gelap penyalahgunaan narkoba di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukkan gelagat perkembangan yang meningkat khususnya di kalangan remaja sebagai dampak negatif berbagai macam masalah ekonomi, sosial dan budaya. Data kuantitas secara nasional belum dapat dikemukakan secara pasti, salah satu kendala adalah kurangnya pemahaman dari masyarakat bahwa apabila melaporkan seorang pemakai atau pemakai itu sendiri yang melapor diri kepada Polisi atau aparat pemerintah lainnya pasti akan dihukum, namun sebenarnya adalah disamping sebagai tersangka, pemakai merupakan korban dari para sindikat, para pengedar, sehingga korban pemakai penanganannya akan dititikberatkan kepada penyembuhan dan rehabilitasinya. Sedangkan bagi masyarakat yang melaporkan adanya penyalahgunaan narkotika, maka identitasnya akan mendapat perlindungan dan jaminan keamanan sepenuhnya. Oleh akrena itu, marilah kita bantu para pemakai ini dengan melaporkannya kepada Polri, dokter ataupun aparat medis lainnya sehingga akan mendapatkan perawatan sedini mungkin.

Di samping itu, ada lima faktor yang dapat dikategorikan sebagai akibat penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya, yakni :

a. Kemajuan IPTEK

Penyalahgunaan narkotika dan obat-obat berbahaya lainnya merupakan masalah yang semakin menggejala dan berkembang sebagai dampak samping kemajuan dunia ilmu pengetahuan dan kemajuan dunia teknologi. Masalah ini mempunyai dimensi yang kompleks, tidak saja bagi pengandung itu sendiri, melainkan juga bagi keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolah, bahkan juga dapat membahayakan masa depan bangsa.

b. Generasi muda

Sebagian besar korbannya adalah para remaja/generasi muda yang didambakan sebagai pewaris dan penerus cita-cita bangsa. Selanjutnya yang lebih memprihatinkan kita adalah jumlah korban yang cenderung meningkat lebih cepat setiap tahunnya baik kualitas maupun kuantitasnya yang menjalar cepat ke kota-kota besar serta mengambil korban bukan asja golongan mampu akan tetapi juga melawan kelompok-kelompok masyarakat yang tidak mampu.

c. Menghancurkan perkembangan kepribadian

Dari aspek sosial, penyalahgunaan narkotika dan obat-obat berbahaya lainnya bukan saja mengakibatkan ketergantungan korban yang bersangkutan tehadap obat dan zat adiktif lainnya secara fisik maupun secara psikis, melainkan juga mengakibatkan kehancuran perkembangan kepribadian mental si korban yang bersangkutan. Hal ini tecermin pada turunnya atau hilangnya kepercayaan dan harga dirinya, yang berlanjut hilangnya rasa kesadaran tanggung jawab sosial mereka terhadap dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara, bahkan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

d. Tindak kriminal

Perkembangan permasalahan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat berbahaya lainnya pada gilirannya akan berlanjut pada tindak perbuatan yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat kriminalitas, bahkan dapat secara cepat akan membinasakan dirinya sendiri.

e. Mengancam kaum remaja

Masalah penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya, selain dampaknya dapat menimbulkan gangguan pada ketahanan nasional dan integritas bangsa juga mengancam kaum remaja yang diharapkan menjadi penerus cita-cita bangsa.

Upaya-upaya semacam itu adalah merupakan upaya pencegahan. Upaya ini menitikberatkan sasaran kepada para remaja yang berada pada lingkup wawasan atau lingkungan pendidikan atau dengan kata lain siswa. Kita menyadari bahwa siswa adalah sumber insani sangat potensial di masa datang, maka sumber insani dan potensi bangsa ini perlu dipersiapkan agar dapat bepartisipasi dan memberikan sumbangan yang nyata kepada pembangunan bangsa dan negara sebagai sumber potensi bangsa, kepada siswa juga harus ditambahkan daya tangkal pada dirinya agar mampu menangkal pengaruh negatif termasuk pengaruh penyalahgunaan obat dan zat adiktif yang datang baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Bahaya Narkoba

Narkoba adalah istilah yang biasa disebut untuk narkotik dan obat-obat terlarang. Sedangkan obat-obatan terlarang disini yang dimaksud adalah sejenis obat tapi tidak pernah digunakan sebagai obat dalam dunia kedokteran/kesehatan yang disalahgunakan penggunaannya, contoh ekstasy. Jadi obat-obatan tersebut jelas tidak ada manfaatnya bila dikonsumsi/diminum oleh seseorang dan justru mulai merusak organ tubuh bahkan mengakibatkan kematian.

Narkotika
Kurang lebih lima ribuan tahun yang lalu, seseorang yang beragama Budha bersemedi di suatu hutan. Kemudian dia memakan daun-daunan yang mengakibatkan ia tidak merasa lapar dan ternyata diketahui akhirnya daun itu adalah daun Coca. Perihal tanaman tersebut diberitahukannya pada raja di kerjaan tersebut dan akhirnya tanaman tersebut dipelihara dan hanya diperuntukan bagi keluarga kerajaan.

Narkotik mulai diperdagangkan oleh pedagang Bangsa Arab di Negara Cina. Pada abad XVIII, Cina mulai mengimpor narkotika dari India melalui pedagang Portugis. Abad XIX perdagangan Inggris menggeser perdagangan Portugis dalam monopoli supply opium melalui East Indian Company.

Melihat penggunaan opium yang merusak masyarakat, maka pada tahun 1796 Kaisar Cina melarang penggunaan opium. Tahun 1839 Kaisar Cina menyita candu milik Inggris dari kapal yang berlabuh di Canton, sehingga akhirnya pada tahun 1840 s/d 1842 terjadi perang candu antara Cina dengan Inggris, yang akhirnya Cina mengalami kekalahan sehingga Cina harus menyerahkan Hongkong kepada Inggris sampai pada tahun 1997.

Dalam perkembangannya, narkotika dipergunakan untuk keperluan pengobatan (sebagai obat bius) yang penggunaannya harus berdasarkan ketentuan dari kedokteran dan diawasi oleh pemerintah. Tetapi oleh beberapa orang, narkotika disalahgunakan penggunaannya, yaitu tidak untuk keperluan medis tetapi digunakan untuk mabuk atau fly menurut istilah penggunanya.

Beberapa jenis narkotika yang sering kita dengar misalnya:
1. Opium masak, yaitu candu dari jicing, adalah sisa-sisa candu
yang sudah diisap dan berasal dari getah opium.
2. Morpin, heroin, mariyuana; berupa tepung dan obat suntik.
3. Tanaman coca, daun coca (yang mentah dan sudah kering)
4. Tanaman ganja dan damar ganja

Dampak negatif penyalahgunaan narkotika adalah rusaknya organ tubuh , menurunnya daya tahan tubuh dan berakhir pada kematian.

Ekstasy
Adalah suatu bahan berbentuk pil dengan berbagai jenis warna dan penamaan, yang diproduksi secara gelap. Dimana kandungan zat dan kadarnya acak-acakan sesuai selera /rekayasa dari si pembuat, dan tidak dikenal dalam dunia kedokteran dan farmasi di Indonesia. Kandungan zat yang terdapat dalam ekstasy misalnya terdiri dari MBMA Denetil 3,3 (metilendialsi) Fentilamina yang termasuk dalam golongan psykotropika. Pil ekstasy tidak dikenal dalam dunia kedokteran khususnya farmakologi, dan sampai saat ini tidak pernah dipergunakan sebagai obat dalam dunia kedokteran/kesehatan.

Ekstasy yang diminum berlebihan oleh seseorang akan bereaksi setelah ± 40 menit, dan menimbulkan halusinasi, perasaan ringan dan rasa melayang (rasa gembira yang berlebihan) dari orang yang mengkonsumsi ekstasy yersebut, serta berakhir setelah 2 s/d 6 jam ataupun lebih tergantung jumlah/dosis yang diminum.

Akibat yang ditimbulkan karena penggunaan ekstasy yang ketagihan adalah rusaknya susunan syaraf dan sel-sel neuron pada otak yang akhirnya akan menimbulkan kematian, selain rusaknya organ tubuh (jantung, ginjal, hati, kulit, dll) dari si pemakai tersebut.

Beberapa nama ekstasy yang biasa dipergunakan istilahnya oleh para pemakai dan pengedarnya, antara lain: Mr. Morgan, Mr. Herman, Angel, Dust Dark, Ice, Inex, Melon, Tango, Pink, Blue Ocean, Shabu, dengan warna bervariasi.

Undang-Undang
Peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Narkoba adalah Undang-undang RI Nomor 8 tahun 1996 tentang Pengesahan Konvensi Psikotropika 1971, Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan Undang-undang Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Menurut Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, yang dimaksud dengan Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Pasal 4 (1) undang-undang ini menyatakan bahwa Psikotropika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan/atau ilmu pengetahuan.

Sedangkan menurut Undang-undang Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika, yang dimaksud dengan Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan kedalam golongan-golongan (golongan I, golongan II dan golongan III).**

REMAJA SUMUT MASIH TINGGI MEKONSUMSI GANJA KERING

Generasi muda sebagai sumber daya manusia akan merupakan faktor dominan terhadap kemajuan dan perkembangan bangsa. Berbagai cara dan upaya direkayasa untuk meningkatkan kualitas generasi muda, dan pula berbagai kendala dan hambatan diusahahakan, dijauhkan, dan dihilangkan. Begitu pula bermacam-macam media dan sarana dikelola sedemikian pula sehingga mampu memacu kualitas generasi penerus ini. Semua ini dilakukan dalam kerjasama dengan berbagai pihak dan instansi yang mencakup berbagai bidang kehidupan yaitu bidang-bidang politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan

Polri mengidentifikasi ancamannya dalam bentuk kultivasi, produksi, distribusi dan konsumsi yang kesemuaannya dilakukan secara ilegal dan di bawah permukuaan:

1.Kultivasi Gelap
-Adanya penanama -penanaman secara gelap narkoba khususnya tanaman pohon ganja yang dalam dasawarsa terakhir ini selalu menunjukkan kecenderungan meningkat.
-Penanaman yang dilakukan, kini terdeteksi pada areal-areal yang secara geografis sangat sulit dijangkau oleh para petugas melalui jalan darat dan tersebar diantara tanaman-tanaman besar lainnya serta adanya unsur-unsur kesengajaan masyarakat tertentu dikendalikan dan dibiayai oleh oknum-oknum sindikat narkoba sehingga upaya pemberantasan memerlukan daya dan dana yang cukup besar.

2.Produksi Gelap
Narkoba di Sumut yang dikonsumsi remaja masih terbatas pada jenis ganja. Hal ini dapat terlihat pada hasil –hasil kegiatan operasi Kepolisian terutama di wilayah Sumatera Utara. Proses pembuatan ganja masih dilakukan secara tradisional yaitu dikeringkan dan dipres dengan alat yang sederhana sehingga menghasilkan ganja kering yang padat, dan minyak ganja yang dibuat secara sederhana. Hingga kini delum ditemukan laboratorium gelap yang memproduksi narkoba jenis lain seperti Morphine, Heroin, Kokain maupun minyak Harkish selain produksi gelap ganja tersebut di atas.

3.Distribusi Gelap
Distribusi gelap berupa narkoba merupakan kejahatan yang terorganisir dan dapat menghasilkan keuntungan yang besar. Dengan posisi geografis Indonesia, yang terdiri dari ribuan pulau dengan pantai-pantai yang relatif dekat dengan daerah sumber di Asia Tenggara yaitu daerah penghasil opium tersebesar disebut “ Golden Triangle “, sehingga hal-hal tersebut merupakan kerawanan dan terjadinya jalur-jalur distribusi narkoba di Indonesia baik sebagai transit point maupun sebagai basis operasi para sindikat internasional dengan berbagai macam modus operandi.

4.Konsumsi Gelap
Konsumsi gelap penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara khususnya dan Indonesia pad umumnya dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukkan gelagat perkembangan yang meningkat di kalangan remaja sebagai dampak negatif berbagai macam masalah ekonomi, sosial dan budaya. Pemakai merupakan korban daripada sindikat, para pengedar, sehingga korban pemakai penangannya akan dititikberatkan kepada penyembuhan dan rehabilitasinya.

A.Penanggulangan Pre-emtif
Untuk mencapai daya guna dan hasil guna semaksimal mungkin terhadap upaya penanggulangan masalah tersebut di atas secara terintegrasi, maka perlu menciptakan masyarakat untuk memiliki daya tangkal cegah terhadap gangguan kamtibmas, melalui upaya pembinaan lingkungan keluarga, pendidikan dan masyarakat.

1.Secara Langsung
a.Penerangan dimaksud untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar mengetahui tentang bahaya dan akibat yang ditimbulkan oleh narkoba, psikotropika dan zat adaktif.
b.Bimbingan dimaksud untuk membantu dalam menghadapi dan mengatasi kesulitam-kesulitan karena korban narkoba yang telah bersifat psikis pribadi serta mengembangkan sikap mental dan tingkah laku dalam proses kehidupan kelompok sebagai alat agar pribadinya dapat berkembang secara wajar atau dapat melepaskan diri dari masalah narkoba yang sedang dihadapinya.
-Penyuluhan, dimaksudkan guna memberikan penjelasan kepada masyarakat agar mengerti dan memahami tentang bahaya dan pengaruh-pengaruh dari Narkoba, psikotropika dan zat adiktif serta upaya pencegahan serta penanggulangannya.
Penyuluhan di sini pada umumnya telah dilakukan dalam bentuk:
-Ceramah dan peragaan.
-Wawancara khusus.
-Cerita.
-Diskusi.
Sasaran penyuluhan dilakukan kepada lingkungan keluarga, pendidikan dan masyarakat. Mayarakat di sini adalah kelompok-kelompok sosial seperti organisasi sosial, organisasi pemuda , Karang Taruna, Perkumpulam Olahraga/Kesenian, organisasi Keagamaan, Masyarakat Komplek/Asrama dan lain sebagainya.
d.Lintas sektoral, tindakan ini dilakukan guna mengadakan hubungan fungsional antara Polri dengan instansi terkait lainnya dalam rangka kerjasama dan kordinsi masalah pencegahan dan penanggulangan narkoba, psikotrapika dan zat Adiktif.

2. Secara Tidak Langsung

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan suasana lingkungan keluarga, pemukiman, pendidikan dan masyarakat yang baik dan serasi sehingga dapat mencegah dan menumbuhkan daya tangkal kejahatan secara umum termasuk penyalahgunaan narkoba dan zat Adiktif.
Kegiatan yang dilakukan antara lain meliputi:
-Patroli keamanan sekolah.
-Babinkamtibmas.
Dan lain-lain.

B Penanggulangan Preventif

Indakan preventif ini diarahkan untuk mengawasi dan mengendalikan Police Hazard
khususnya yang berkaitan dengan peredaran Narkoba, psikotrapika dan zat-zat
adiktif lainnya baik pada jalur resmi maupun pada jalur gelap disamping kegiatan-
kegiatan deteksi terhadap adanya kegiatan-kegiatan kultivasi, produksi , distribusi
dan konsumsi dari zat-zat terlarang dimaksud. Tindakan preventif ini dilakukan
dengan pengawasan dan patroli pada daerah-daerah rawan, yang dibantu oleh
kegiatan siskamling dan satpam

C. Penanggulangan Represif

Keikutsertaan Polri dalam upaya menyeluruh untuk menanggulangi bahaya narkoba di
bidang treatment dan rehabilitasi ini dititikberatkan kepada tindakan dan kuratif terhadap
korban narkoba, yang dilakukan di dalam rumah perawatan narkoba.

Kegiatan-kegiatan perawatan ini bersifat menyembuhkan dari pemakai narkoba dan zat
adiktif lain (para pecandu) untuk menyembuhkan kepercayaan diri kepada klien keluarga
sehingga kembali ke kehidupan yang normal atau kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: